Warga Aksi di PLTU Bawa Salo Barru, Ini Tuntutannya

06 February 2021 17:55
Warga Aksi di PLTU Bawa Salo Barru, Ini Tuntutannya
Ratusan warga unjuk rasa menuntut agar diakomodir untuk masuk bekerja di proyek pembangunan PLTU Bawa Salo, berlangsung di pintu masuk proyek PLTU Bawa Salo Desa Lampoko, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (IST)
.

BARRU, TRANS89.COM – Ratusan warga unjuk rasa menuntut agar diakomodir untuk masuk bekerja di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bawa Salo.

Aksi dipimpin Ibrahim berlangsung di pintu masuk proyek PLTU Bawa Salo Desa Lampoko, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (5/2/2021).

Ibrahim mengatakan, kami menuntut agar bekerja di proyek PLTU tersebut dan kami warga Desa Lampoko diutamakan untuk masuk bekerja.

“Agar warga di luar Kabupaten Barru jangan masuk sebelum warga Desa Lampoko diterima sekitar 30% dari semua jenis pekerjaan di proyek pembangunan PLTU,” katanya.

Warga Desa Lampoko kemudian menutup gate atau pintu masuk karena menurut mereka, kontrak tanah untuk jalan masuk proyek belum diselesaikan atau belum diperpanjang yang sudah habis dan belum ada kejelasan.

Setelah beberapa jam kemudian diadakan negosiasi antara Ibrahim dengan pihak manajemen Mitsubishi dan sudah menemui titik temu sehingga kembalu membuka akses jalan tersebut.

Manajemen PT Wijaya Karya (WIKA), Rama menyampaikan kontrak tanah tersebut sudah masuk lahan untuk dijadikan jalan masuk dari tahun 2018 hingga 2020.

“Penerimaan tenaga kerja diproyek dalam bulan Februari 2021 ini tidak sebanyak bulan lalu tapi sesuai permintaan Mitsubishi. Sebenarnya ada dua sub kontraktor (subkon) yang menerimah tenaga kerja selain PT Wasa Mitra, makanya bingung dalam hal ini karena yang diketahui diluar hanya perusahaan,” paparnya. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya