Gubernur Pimpin Rakor Transisi Darurat Pemulihan Bencana Gempa Sulbar Untuk Pastikan Kebutuhan Warga

06 February 2021 18:17
Gubernur Pimpin Rakor Transisi Darurat Pemulihan Bencana Gempa Sulbar Untuk Pastikan Kebutuhan Warga
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris pimpin rakor tahap transisi darurat pemulihan bencana gempa Sulawesi Barat, berlangsung di tenda Posko Induk Kantor Gubernur Sulawesi Barat Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kabupaten Mamuju. (Dok. Dinas Kominfopers Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Pasca tanggap darurat gempa bumi magnitudo 6,2 Sulawesi Barat (Sulbar) berakhir Kamis 4 Februari 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar gelar rapat koordinasi (rakor) tahap transisi darurat pemulihan bencana.

Rakor tahap transisi darurat pemulihan bencana gempa Sulbar berlangsung di tenda Posko Induk Kantor Gubernur Sulbar Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Kabupaten Mamuju, Jumat (5/2/2021).

Rapat dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammmad Idris dihadiri Bupati Majene, Lukman dan Wakil Bupati (Wabup) Mamuju, Irwan SP Pababari, para pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa (kades) yang wilayahnya terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

Ali Baal Masdar meminta kepada kabupaten dan kecamatan yang terdampak gempa bumi untuk benar-benar menyiapkan data, khususnya terkait kebutuhan tenda maupun logistik lainnya.

“Kabupaten dan kecamatan itu harus berkoordinasi dengan kelurahan maupun desa yang masyarakatnya terdampak gempa untuk didata secara betul-betul, apa kebutuhan yang diperlukan,” kata Ali melalui keterangan tertulisnya.

Menurut dia, data secra betul apa keperluan masyarakat baik tenda, sembako maupun kebutuhan lainnya seperti air bersih dan MCK, sehingga warga dipengungsian betul betul bisa dipastikan tidak kekurangan logistik dan kebutuhan lainnya.

“Selain itu, juga harus bagus pendistribusiannya agar kebutuhan logistik dan lainnya terpenuhi bagi warga terdampak gempa,” tutur Ali.

Ia mengharapkan tim transisisi darurat pemulihan bencana yang dibentuk berperan aktif sesuai tanggungjawab masing-masing.

“Kabupaten mengerjakan apa, provinsi mengerjakan apa, begitu juga instansi vertikal yang membantu dalam penanganan gempa selama masa transisi ini,” harap Ali.

Dirinya meminta kepada Bupati Majene dan Mamuju diharapkan betul-betul berperan aktif memaksimalkan data dari desa dan kelurahan, karena dalam hal ini yang lebuh tahu data dari kabupaten, dan provinsi memberikan support.

“Jangan lagi ada ribut soal makanan, kebutuhan dapur umum, karena masih tetap akan dipenuhi pemerintah. Tak kalah paling penting perhatikan protokol kesehatan (prokes) karena kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19, apalagi banyak yang terpapar,” pinta Ali.

Kepada warga yang ada di pengungsian, kata Ali, jika memang kondisi rumahnya dalam kondisi ringan dan masih memungkinkan untuk ditinggali supaya kembali ke rumah dengan tetap waspada dan hati-hati.

“Diharapkan peran serta lurah, kepala desa dan relawan untuk bisa mensosialisasikan untuk kembali ke rumah yang masih memiliki rumah yang layak huni dan beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Lanjut Gubernur, hal ini tidak mudah dilakukan, akan tetapi bukan berarti tidak dapat dilaksanakan.

“Tinggal kita bagaimana melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mensosialisasikannya, agar masyarakat paham,” sambungnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya