Pemprov Sulawesi Barat Bentuk Posko Transisi Setelah Tanggap Darurat Berakhir

05 February 2021 06:44
Pemprov Sulawesi Barat Bentuk Posko Transisi Setelah Tanggap Darurat Berakhir
Dansatgas Brigjen TNI Firman Dahlan bersama Wadansatgas Muhammad Idris melakukan rapat evaluasi perkembangan bencana gempa bumi Sulbar di Posko Induk Kantor Gubernur Sulbar di Mamuju. (Dok. Dinas Kominfopers Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Masa tanggap darurat pasca bencana alam gempa bumi magnitudo 6,2 Sulawesi Barat (Sulbar) berakhir Kamis 4 Februari 2021.

Untuk itu, Dansatgas yang juga Dandim 142 Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan bersama Wadansatgas juga Sekprov Sulbar Muhammad Idris melakukan rapat evaluasi perkembangan bencana gempa bumi Sulbar di Posko Induk Kantor Gubernur Sulbar, Kabupaten Mamuju, Rabu (3/2/2021) malam.

Dansatgas Brigjen TNI Firman Dahlan, mengatakan dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 4 Februari 2021, pihaknya menunggu intruksi perpanjangan tim satgas dari Gubernur Sulbar dan segala unsur termasuk berbagai fasilitas dukungan pasca bencana alam gempa bumi.

“Kami dari TNI dan Polri siap membantu. Kami menunggu intruksi perpanjangan tim satgas dari Gubernur Sulbar dan segala unsur termasuk berbagai fasilitas dukungan,” kata Firman melalui keterangan tertulisnya.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan dalam rapat evaluasi ini menciptakan rasa sedih, disebabkan kebersamaan beberapa akhir pekan menciptakan rasa persaudaraan yang tinggi.

“Saya justru agak sedih ini kalau Pak Danrem mengulang-ulang ini. Kita sudah mau berakhir karena rasanya sebagian besar dimotori oleh seragam hijau tapi justru kami rasakan ini kebersamaan dalam tanggap darurat ini menjadi hal yang sangat kami rasakan, karena melakukan transformasi belajar untuk kantor darurat dalam situasi bencana,” papar Idris.

Menurut dia, Sulbar merupakan salah satu daerah yang telah ditetapkan sebagai daerah rawan bencana, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi bencana alam (gempa) susulan.

“Terkait keputusan tentang berakhirnya status tanggap darurat dan dialihkan dengan istilah posko transisi pemulihan bencana, hal tersebut telah dibahas secara mendalam sesuai pertimbangan hasil rapat bersama para pimpinan dilingkup Pemprov Sulbar,” tutur Idris.

Lanjut Idris, dari pertimbangan itu, hasilnya akan dilaporkan ke gubernur, dan saat ini alternatif untuk kita bergeser ke fase transisi darurat ke pemulihan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Hal ini berdasarkan kebijakan pengelolaan bencana di Indonesia. Tanggap darurat berakhir, kita beralih ke fase transisi darurat ke pemulihan,” imbuhnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya