Gempa Magnitudo 5,2 Kembali Guncang Sulawesi Barat dan Tidak Berpotensi Tsunami

03 February 2021 17:48
Gempa Magnitudo 5,2 Kembali Guncang Sulawesi Barat dan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi tektonik susulan kembali terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dengan magnitudo 5,2, Rabu 3 Februari 2021. (Dok. BMKG)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Gempa bumi tektonik susulan kembali terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan magnitudo 5,2, Rabu 3 Februari 2021.

Sebelumnya, gempa bumi susulan juga terjadi pada tanggal 28 Januari 2021 dengan magnitudo 4,0, tanggal 31 Januari 2021 dengan 4,4 magnitudo, dan hari ini Rabu 3 Februari 2021 dengan magnitudo 5,2.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo magnitudo 5,2.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,99 LS dan 118,86 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah barat laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 18 km,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/2/2021).

Menurut dia, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault),” tutur Bambang.

Ia menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Majene dan Mamuju III MMI, dimana ngetaran dirasakan nyata dalam rumah, dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

“Untuk di Kabupaten Polewali Mandar II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Bambang.

Dirinya menyatakan, hingga hari Rabu 3 Februari 2021 pukul 14.45 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Bambang.

Kata Bambang, masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” katanya.

Lanjut Bambang, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

“Jadikan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi, yakni Instagram/Twitter @infoBMKG), website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, telegram channel https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg,” imbuhnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya