ACT Kerahkan Kapal Membawa Bantuan Kemanusiaan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Sulawesi Barat

03 February 2021 14:49
ACT Kerahkan Kapal Membawa Bantuan Kemanusiaan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Sulawesi Barat
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melepas bantuan kemanusiaan secara resmi armada yang mengangkut logistik dan bantuan lainnya untuk didistirbusikan kepada masyarakat Majene dan Mamuju yang terdampak gempa bumi di pelabuhan Belang-belang, Kabupate Mamuju. (Dok. Dinas Kominfopers Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Bantuan kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggunakan kapal mengangkut 1.000 ton beras dan logistik lainnya untuk didistribusikan kepada korban gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) berlabuh di pelabuhan Belang-belang, Kabupaten Mamuju, sejak Senin, 1 Februari 2021.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, berkesempatan melihat langsung kapal memuat bantuan kemanusiaan tersebut sekaligus melepaskan secara resmi armada yang mengangkut logistik dan bantuan lainnya untuk didistirbusikan kepada masyarakat Majene dan Mamuju yang terdampak gempa bumi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada ACT Indonesia atas kepeduliannya untuk masyarakat Sulbar yang saat ini masih dirundung bencana. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bernilai ibadah,” kata Ali saat melepas bantuan kemanusiaan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).

Ia menyampaikan, saat ini pemerintah dan masyarakat Sulbar sedang melakukan pemulihan kondisi, baik aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, sehingga memerlukan donasi dari berbagai pihak.

“Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut sebagai upaya dalam mengatasi kebutuhan dasar masyarakat dan pemerintag Sulbar,” papar Ali.

Dirinya mengharapkan bantuan tersebut terdistribusi dengan baik dan tidak ada permasalahan, sehingga tidak ada lagi yang berebut dalam mendapatkan bantuan.

“Dalam pendistribusian dan penanganan bencana sudah terjalin sinergitas, baik itu satgas, pemerintah pusat, dan para relawan,” ujar Ali.

Sementara Head Regional ACT Bali Nusa Tenggara (Nusra), Syahrul Mubarak, menyatakan ACT sudah 16 tahun jalan di Indonesia dan fokus pada kondisi tanggap darurat bencana alam, dan bukan hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

“Kapal kemanusiaan ini memuat 1.000 ton beras, air mineral, makanan ringan untuk anak, popok bayi, roti, gula pasir dan logistik lainnya, yang selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak gempa, khususnya daerah terisolir di wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene,” ujar Syahrul.

Ia mengemukakan, sejak terjadinya peristiwa gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju pada Jumat 15 Januari 2021 lalu, beberapa aksi telah dilakukan oleh ACT.

“Tidak kurang dari 500 relawan telah dikirimkan untuk membantu rescue sampai pada pendistribusian bantuan,” ujar Syahrul.

Menurut dia, dari 250 titik pengungsian, sampai hari ini (2 Februari) sudah didistribusi sekitar 135 titik, juga terdapat armada yang sudah memproduksi 15 ribu porsi makanan dan water truck 225.000 liter air bersih telah diberikan kepada warga khususya yang ada di pengungsian.

“Selain itu, juga mengaktifasi kembali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka membantu mengaktifkan kembali perekonomian pasca gempa ini,” tutur Syahrul.

Dirinya menyatakan, ini sebagai wujud kepedulian kita kepada masyarakat khususnya dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, sekaligus menunjukkan sekalipun Indonesia masih banyak hal yang belum maju, tapi sangat menunjukkan kedermawanan masyarakat Indonesia.

“Terbukti 1.000 ton beras dikumpulkan hanya kurang lebih 10 hari yang sebelumnya jumlah tersebut biasa dikumpulkan dalam jangka waktu sebulan,” kata Syharul.

Syahrul mengungkapkan, kapal kemanusiaaan ini bukan pertama kali mengangkut bantuan, kapal kemanusiaan ini juga menjembatani masyarakat Indonesia, karena tidak semua menitipkan donasi dalam bentuk uang, tapi juga logistik lainnya.

“Bencana yang dialami masyarakat Majene dan Mamuju di Sulbar bukan bencana sendiri, tapi merupakan bencana bersama yang juga dirasakan masyarakat di luar Sulbar, sehingga mereka mengirimkan bantuan untuk membantu meringankan penderitaan warga, khususnya yang ada di pengungsian yang terisolir,” ungkapnya.

Lanjut Syahrul, kita berharap, semoga bantuan ini menguatkan dan membangkitkan kembali masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju,” sambung Syahrul.

“Kapal kemanusiaan ACT ini berlayar dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sejak tanggal 27 Januari, berlabuh di Pelabuhan Belang-belang tanggal 1 Februari 2021,” imbuhnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya