Vaksinasi Covid-19 Bagi 10 Tokoh, Perwakilan Organisasi Profesi dan Tenaga Kesehatan di Balikpapan

31 January 2021 03:40
Vaksinasi Covid-19 Bagi 10 Tokoh, Perwakilan Organisasi Profesi dan Tenaga Kesehatan di Balikpapan
Pemkot Balikpapan gelar kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 bagi 10 tokoh, perwakilan organisasi profesi dan tenaga kesehatan berlangsung di halaman Balaikota Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Abd Rahim/Trans89.com)
.

BALIKPAPAN, TRANS89.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan gelar kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 bagi 10 tokoh, perwakilan organisasi profesi dan tenaga kesehatan berlangsung di halaman Balaikota Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (29/1/2021).

Walikota Balikpapan, M Rizal Effendi, mengatakan pemberian vaksin atau vaksinasi ini merupakan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga hari ini.

“Seperti diketahui, sampai dengan kemarin jumlah akumulatif kasus positif di Balikpapan mencapai 9.196 kasus, di mana 342 di antaranya meninggal dunia,” kata Rizal.

Menurut dia, kita juga menyadari, bahwa demikian banyak pemberitaan tidak benar beredar terkait vaksin ini. Ada yang mengatakan efek sampingnya bisa menyebabkan penerimanya kejang-kejang bahkan sampai meninggal dunia.

“Ini tidak benar, dan apabila berita-berita seperti ini dibiarkan, ditambah lagi jika masyarakat tidak secara cerdas mengolah dan menerima berita, maka hal ini dapat mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin ini,” tutur Rizal.

Ia menyatakan, memang benar jenis vaksin digunakan saat ini dibuat dari virus Covid-19 yang sudah dimatikan, namun hal ini semata-mata dilakukan agar sistem imun tubuh yang dibangun nantinya dapat mengenali jenis virus mana yang harus dilawan.

“Juga benar terjadi bahwa ada sebagian kecil dari mereka yang sudah pernah disuntik vaksin pada masa uji klinis yang lalu, ternyata masih bisa terpapar Covid-19, karena sejak awal dikatakan bahwa tingkat efikasi vaksin ini ada di kisaran 65% dalam arti tetap ada peluang terjadi seperti itu meskipun seseorang sudah divaksin,” ujar Rizal.

Dirinya menjelaskan, namun demikian perlu disampaikan bahwa meskipun vaksin ini tidak 100% menjamin seseorang tidak akan terjangkit Covid-19, akan tetapi seseorang yang sudah divaksin apabila memang tetap terjangkit Covid, maka gejalanya akan cenderung lebih ringan bahkan hingga tidak ada gejala sama sekali.

“Oleh karena itulah hari ini kita melaksanakan kegiatan vaksinasi kepada sejumlah tokoh masyarakat. Tujuannya agar masyarakat dapat melihat sendiri bahwa vaksin ini aman, gratis, prosesnya mudah, serta tidak memiliki efek samping yang benar-benar membahayakan,” jelas Rizal.

Walikota berharap, masyarakat dapat menerima dan menyukseskan vaksinasi, mudah-mudahan dapat segera dilaksanakan dalam lingkup yang lebih luas, sehingga pandemi Covid-19 ini tidak semakin menyebar dan terus berkelanjutan.

“Sejalan dengan itu, harus diingatkan kepada kita semua untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta meminimalisasi kontak fisik dengan orang lain,” harapnya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 10 tokoh, perwakilan organisasi profesi dan tenaga kesehatan di Kota Balikpapan, yakni Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto, Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh, Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb Dedy Susanto, Kapolresta Balikpapan Kombes Turmudi, Kakanwil BPN Kaltim Andi Asnaedi, Kadisdukcapil Kota Balikpapan Helmi Hasbulloh, tokoh agama KH Muchlasin, Pdt Elmun Rumohorbo, Duta Maske Kasmadi

Kesehatan dan Mitra Kerja, yakni Kakesdam VI Mulawarman Kolonel CKM dr Puguh Santoso, Kabiddokes Polda Kaltim Kombes dr Prima Heru Yulihartono, Kadinkes Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, Kepala KKP Kota Balikpapan Muhammad Zainul Mukhorobin, Kepala LOKA POM Kota Balikpapan Sumiaty Haslinda, Ketua Forum Puskesmas Kota Balikpapan drg Farida.

Organisasi Profesi Kesehatan, yaitu IDI Cabang Balikpapan dr Elisabeth Rassi, PDGI Cabang Balikpapan drg M Husdiari, IBI Cabang Balikpapan Lusita Hakim, PERSAKMI Cabang Balikpapan Karno Susanto, PPNI Cabang Balikpapan Imam Zainal Arifin, IAI Cabang Balikpapan Hasnah Haerani, PERSAGI Cabang Balikpapan Fransisca FA Sitorus, PAFI Cabang Balikpapan Muhammad Arif Rachman, PALTEKI Cabang Balikpapan Mirza Wahyudi.

Direktur Rumah Sakit di Kota Balikpapan, yaitu Direktur RSKD Kota Balikpapan dr Edy Iskandar, Direktur RSPB Balikpapan dr An Khairuddin, Direktur RSUD Beriman Balikpapan dr CI Ratih Kusuma W, Karumkit RS Hardjanto Balikpapan Kolonel CKM dr Ichsan Firdaus, Karumkit Lanud Dhomber Balikpapan Mayor Kes Dwi Arie Chandra Sukiswo, Karumkit RS Bhayangkara Balikpapan dr Yudhi Prasetyo, Direktur RS Siloam Hospital Balikpapan dr Danie D Poluan, Direktur RS Hermina Balikpapan dr Naila Alatas, Direktur RSKB Sayang Kota Balikpapan dr Indah Puspitasari, Direktur RS Restu Ibu Balikpapan dr Tekky P Jokom, Direktur RS SMEC Kota Balikpapan dr Shanti Wardhan, Direktur RS Balikpapan Baru dr Listyono Wahid Rhomadani, Direktur RSIA ASIH Kota Balikpapan drg Dyah Muryani, Direktur RS Medika Utara Permata Kota Balikpapan drg Artha Surya Rismawan, Direktur RS Medika Utama Manggar Kota Balikpapan dr Muhammad Abduh. (Rahim/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya