Menko PMK Serahkan Santunan Rp1,6 Miliar Ke Ahli Waris Korban Gempa Sulawesi Barat

29 January 2021 18:19
Menko PMK Serahkan Santunan Rp1,6 Miliar Ke Ahli Waris Korban Gempa Sulawesi Barat
Menko PMK Muhajir Effendy bersama PPPA Bintang Puspayoga dan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat kunjungi pengungsi korban bencana gempa Sulbar di Mamuju. (Dok. Dinas Kominfoper Sulbar)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Ahli waris korban bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo Sulawesi Barat (Sulbar) 15 Januari 2021 lalu mendapatkan santunan ahli waris dari Kementerian Sosial (Kemensos RI).

Total santunan ahli waris korban gempa sebesar Rp1.620.000.000, masing-masing untuk Kabupaten Mamuju 95 jiwa sebesar Rp1.425.000.000 dan Kabupaten Majene untuk 13 jiwa sebesar Rp195.000.000.

Penyerahan bantuan santunan Kemensos tersebut diserahkan pada tiga orang perwakilan penerima saat tiga Menteri berkunjung di Posko Induk Kantor Gubernur Sulbar Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Kabupaten Mamuju, Kamis (28/1/2021).

Penerima santunan ke ahli waris diserahkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy kepada Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar untuk selanjutnya diserahkan kepada ahli waris.

Penyerahan santunan juga disaksikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Menko PMK mewakili tiga Menteri dalam pertemuan tersebut, mengatakan bencana gempa ini mudah-mudahan menjadi suatu ujian dari Allah yang membuat warga Sulbar semakin kuat menghadapi ujian yang membuat warga Sulbar semakin kua.

“Ujian merupakan cara Tuhan untuk menjadikan manusia naik pangkat menjadi lebih baik. Hal itu terjadi karena dalam Alquran juga sudah disampaikan seperti itu,” kata Muhajir melalui keterangn tertulisnya.

Ia menyampaikan kunjungannya ke Sulbar untuk memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan berjalan dengan baik.

“Kami datang untuk memastikan bantuan kemanusiaan terutama yang dikordinir dua Kementerian yaitu Mensos dan Menteri PPPA berjalan dengan baik.

“Utamanya dalam pemberian bantuan ibu dan anak, dan ini menjadi perhatian kita, karena pelayanan terhadap ibu dan anak dalam kondisi seperti biasanya tidak memadai, ini yang kita harapkan tidak terjadi di Sulbar. Ini perhatian dan jaminan perlindungan untuk perempuan dan anak sangat penting untuk dilakukan,” papar Muhajir.

Menurut dia, kita ingin membangun paradigma baru dalam penanganan bencana yaitu perempuan dan anak harus diutamakan. Perempuan dan anak adalah pihak yang sangat rentan terhadap berbagai macam akibat dari gempa.

“Karena itu, berbagai kebutuhan perempuan dan anak, seperti kebutuhan sanitasi, sandang, makanan yang bergizi harus dipenuhi dengan baik,” tutur Muhajir.

Dirinya menyatakan, terkait penanganan terhadap gempa, kami menilai penanganan di Sulbar sudah cukup baik, utamanya terhadap pengungsi, karena bukan hanya pengungsi akibat gempa, tapi juga karena mereka takut tsunami.

“Untuk yang mengalami rusak ringan, kita memberikan semangat dan memberikan edukasi kepada mereka kembali ke rumah. Nantinya kita harapkan ditangani oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan yang rusak berat nanti akan dibantu oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Muhajir.

Menko PMK juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak seperti BNPB, TNI dan Polri yang melakukan penanganan dengan baik pada masa tanggap bencana gempa bumi Provinsi Sulbar.

“Tentu pemerintah pusat akan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini, baik pada masa tanggap darurat, masa transisi, rehab dan rekonstruksi, pemerintah pasti akan terlibat, akan tetapi pemerintah pusat juga punya keterbatasan,” ucapnya. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya