BNPB Kerahkan Helikopter Bawa Bantuan Jangkau Wilayah Terisolir Pasca Gempa Sulawesi Barat

28 January 2021 02:41
BNPB Kerahkan Helikopter Bawa Bantuan Jangkau Wilayah Terisolir Pasca Gempa Sulawesi Barat
Helikopter Mi-8 milik BNPB mengangkut bantuan kemanusiaan gudang TNI AU di Bandara Tampa Padang Kabupaten Mamuju untuk desa terisolir pasca gempa magnitudo 6,2 di wilayah Sulawesi Barat. (Dok. BNPB)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan empat helikopter untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke desa-desa yang terisolir pasca gempa magnitudo 6,2 di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar).

“Helikopter BNPB mendistribusikan sejumlah bantuan ke desa-desa yang sulit dijangkau transportasi darat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

Menurut dia, ke 4 helikopter itu jenis Eurocopter tipe EC130B4 dan EC155, Mi-8 dan Chinook selama operasi penanganan darurat gempa Sulbar, Rabu 27 Januari 2021.

“3 helikopter mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa desa di sejumlah kecamatan, sedangkan helikopter Chinook membawa logistik bantuan ke gudang TNI Angkatan Udara (AU) di Bandar Udara Tampa Padang Kabupaten Mamuju,” tutur Raditya.

Ia menjelaskan, 3 helikopter mendistribusikan bantuan di wilayah Desa Kampung Baru, Kopeang dan Bela Kecamatan Tapalang, Desa Popenga Atas Kecamatan Ulumanda, Desa Lemo-lemo kecamatan Pangale, Desa Salogatta Kecamatan Budong-budong dan Desa Pangasahan Kecamatan Tapalang Barat.

“Sedangkan jenis bantuan yang diberikan beragam, seperti beras, mie instan, air mineral, masker dan perlengkapan bayi. Bantuan tersebut berasal dari berbagai lembaga dan para donatur yang terkonsentrasikan di gudang yang dikoordinasikan oleh TNI AU,” jelas Raditya.

Dirinya mengungkapkan, sejak awal pascagempa Sulbar, BNPB mendukung pos komando penanganan darurat, salah satunya pengerahan helikopter.

“Pengaturan pesawat dan helikopter didukung TNI AU yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, BMKG dan operator helikopter BNPB,” ungkap Raditya.

Sementara Pelaksantugas (Plt) Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi menyatakan pengerahan helikopter sangat efektif dalam menjangkau warga desa yang sulit dijangkau.

“Dengan pengerahan helikopter, warga desa-desa di wilayah terisolir sudah dapat mengakses bantuan. Operasi udara ini merupakan sinergitas semua pihak, khususnya TNI,” ujar Dody.

Kata Dody, untuk mendukung operasi udara, BNPB sempat mengerahkan helikopter Super Puma yang menggantikan dua helikopter yang melakukan perawatan rutin pada Minggu lalu (24/1).

“Saat itu pengerahan helikopter sangat penting karena banyak warga membutuhkan bantuan,” katanya.

Sehari sebelumnya, sebanyak 15 sorti dilakukan tiga helikopter BNPB untuk mendistribusikan bantuan kepada warga di beberapa desa. Pesawat jenis PK URR melakukan 6 sorti menuju ke Desa Popenga, Popenga Atas, Kalobang, Kopeang dan Kampung Baru.

Helikopter jenis RA-24699 melakukan 4 sorti ke Desa Kalobang, Lemo-lemo, Kabiraan dan Kampung Baru. Sedangkan helikopter jenis PK-TPF melakukan 5 sorti dengan pengiriman bantuan ke Desa Kopeang, Paku, Kabiraan, Kalobang dan Popenga.

Data sementara hingga tanggal 27 Januari 2021, operasi udara mengoptimakan pengiriman dan pendistribusian bantuan logistik untuk penanganan darurat bencana gempa magnitudo 6,2 Sulbar.

Total barang masuk dengan pesawat dan helikopter sebanyak 304.944 kg, sedangkan barang keluar yang telah difasilitasi dengan beberapa helikopter berjumlah 111.900 kg. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya