Puskesmas Messawa Kerahkan Relawan Kesehatan Ke Posko Pengungsian di Mamuju

22 January 2021 08:41
Puskesmas Messawa Kerahkan Relawan Kesehatan Ke Posko Pengungsian di Mamuju
Tim medis saat lakukan pemeriksaan kesehatan kepara pengungsi korban bencana gempa di Sulawesi Barat. (Dok. Pertamina)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Bencana alam gempa bumi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memporak-porandakan Kabupaten Majene dan Mamuju yang terjadi pada Juamt 15 Januari 2021 dini hari pekan lalu.

Selain korban jiwa, bempa magnitudo 6,2 membuat sejumlah bangunan pemerintah dan rumah penduduk rata dengan tanah. Dari kejadian tersebut, ribuan warga mengungsi.

Pantauan media disekitar lokasi kejadian, para pengungsi nampak masih alami trauma dan depresi atas kejadian tersebut. Kondisi pengungsi khususnya di ibukota Provinsi Sulbar di Kabupaten Mamuju)membutuhkan dua hal yang sangat prioritas, yakni bantuan makanan (sembako) serta pelayanan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa sendiri mengirim puluhan relawan kesehatan serta tenaga dokter diterjunkan oleh Dinas Kesehatan (Dineks) Mamasa bergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinkes Mamasa dengan membangun posko penggulangan pengungsi gempa di Mamuju.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Mamasa, Hajai S Tanga, mengatakan relawan tenaga kesehatan tersebut kita turunkan langsung ke lokasi gempa merupakan bentuk keprihatinan kita terhadap saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana gempa bumi.

“Tenaga kesehatan yang kita kirim ke lokasi merupakan partisipasi dari masing-masing puskesmas se-Kabupaten Mamasa dari 17 puskesmas yang ada,” kata Hajai melalui telpon celullarnya, Kamis (21/1/2021).

Menurut dia, hanya saja teknis pemberangkatan tenaga medis ke lokasi bencana dilakukan dengan cara bergantian.

“Setiap puskesmas yang menurunkan personilnya maksimal bertugas selama tiga hari di lokasi gempa, lalu di ganti lagi dengan personil dari puskesmas lainnya. Kebetulan hari ini, Kamis 21 Januari 201 giliran puskesmas Messawa yang akan bertugas tiga hari kedepan,” tutur Hajai.

Ia menjelaskan, untuk jadwal tugas relawan kesehatan tahap pertama di lokasi gempa Mamuju, kami terjunkan tim medis dari puskesmas Tawalian dan Malabo mulai tanggal 18-21 Januari 2021, dan hari ini (Kamis) Dinkes Mamasa menugaskan tim medis dari puskesmas Messawa dan Buntu Malangka dengan jadwal Tugas mulai tanggal 21 hinga 23 Januari atau tiga hari kedepan.

“Untuk giliran puskesmas lainnya di wilayah kerja Pemkab Mamasa tinggal menunggu giliran bertugas. Selain menurunkan tenaga medis dari puskesmas yang ada di Kabupaten Mamasa, mereka juga membawa bantuan bagi para pengungsi sesuai kemampuan masing-masing puskesmas,” jelas Hajai.

Sementara Kepala Puskesmas Messawa, Christian, menyampaikan kami (puskesmas Messawa) sesuai jadwal hari ini menurunkan 8 relawan medis diantaranya 1 dokter untuk tugas pelayanan kesehatan tiga hari kedepan di lokasi bencana gempa bumi di Mamuju.

“Sekitar pukul 15:00 Wita, pelayanan perdana dilakukan puskesmas Messawa digelar di lokasi bencana di posko kesehatan depan kantor Gubernur Sulawesi Barat,” paparya.

Ia menyatakan, pihak puskesmas Messawa telah melayani warga terdampak gempa dengan berbagai keluhan kesehatan, seperti diare, demam dan infeksi saluran pernafasan (ISPA).

“Selain melayani warga di posko kesehatan TRC Dinkes Mamasa, personil medis puskesmas Messawa juga berkeliling ke tenda-tenda pengungsi untuk mengecek kondisi kesehatan warga,” ujar Christian.

Olehnya itu, Christian mengharapkan jika para pengungsi alami gangguan kesehatan agar secepatnya melapor ke posko pelayanan medis depan kantor Gubernur Sulawesi Barat.

“Sebaliknya jika ditemukan ada diantara pengungsi yang kondisi kesehatannya memprihatinkan, maka sesegera mungkin kami melakukan tindakan medis dengan cara membawa pasien ke Rumah Sakit (RS) Terapung yang disediakan Dinkes Sulawesi Barat untuk mendapat pelayanan medis secara maksimal,” ujar Christian.

Lanjut Christian, semoga kondisi warga pengungsi di tenda-tenda pengungsian tetap dalam kondisi baik dan stabil.

“Kita semua berharap tidak adalagi gempa susulan, agar segala sesuatunya dapat dibenahi agar kehidupan normal kembali,” pungkasnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya