Pasca Gempa Sulawesi Barat, Kondisi Mamuju dan Majene Berangsur Pulih

22 January 2021 07:38
Pasca Gempa Sulawesi Barat, Kondisi Mamuju dan Majene Berangsur Pulih
Aparat kepolisian lakukan pengamaman jual beli di salah satu toko di Kabupaten Mamuju selama masa darurat pasca gempa Sulawesi Barat. (Dok. BNPB)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Mewakili Danrem 142 Tatag, Kasrem Kolonel Yusuf Sampetoding sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa saat ini kondisi Kabupaten Mamuju dan Majene sudah berangsur pulih dari hari-hari sebelumnya pasca gempa yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berkekuatan magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021 dini hari lalu.

“Berdasarkan dengan pendataan yang sudah dibuat oleh Satgas, beberapa fasilitas publik yang ada sudah mulai berfungsi kembali, dan keadaan sudah mulai berangsur membaik,” ujar Yusuf melalui keterangan tertulisnya usai konferensi pers penanganan bencana pasca gempa Sulawesi Barat di Mamuju, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, beberapa toko sudah kembali dibuka dan mendapatkan penjagaan kepolisian.

“Beberapa toko sudah kembali buka dengan pengawasan ketat kepolisian. Kami berharap perekonomian di Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju maupun Majene bisa berangsur pulih, sehingga mayarakat bisa hidup dengan normal kembali,” kata Yusuf.

Berdasarkan data yang diperoleh hari Rabu (20/1), Dansatgas memperoleh 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Kabupaten Mamuju dan 17 titik di Kabupaten Majene.

“Kami memperoleh data berupa 318 titik pengungsian, di mana 299 berada di Mamuju dan 17 titik di Majene. Untuk di Mamuju masih terus berlangsung pendataannya, sedangkan di Majene sudah lengkap semua. Harapan kita mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya bisa terdata,” ujar Yusuf.

Personil yang dikerahkan dalam penanganan bencana gempabumi di Sulawesi Barat, antara lain personil TNI berjumlah 1561 orang, Polri 744 orang, bahasa anak 100 orang, BPBD 100 orang, serta relawan kurang lebih 850 orang.

Sementara pendistribusian bantuan juga terus mengalir di beberapa instalasi penampungan yang di kirim melalui pesawat udara, perjalanan darat maupun kapal laut.

Selain itu, Dansatgas juga mendapat bantuan berupa alat berat yang sudah tersebar di semua titik kerusakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembersihan di sekitar runtuhan bangunan. Yusuf berharap dalam waktu dekat reruntuhan bisa bersih seluruhnya.

“Dengan adanya dukungan bantuan alat berat, kami berharap dalam waktu tidak lama lagi reruntuhan bisa bersih seluruhnya sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktifitas normal,” pungkasnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya