Terkait Permasalahan Gedung Pemuda, Ini Hasil Pertemuan OKP dan Sekda Lombok Timur

21 January 2021 02:27
Terkait Permasalahan Gedung Pemuda, Ini Hasil Pertemuan OKP dan Sekda Lombok Timur
Pertemuan antara OKP dengan Sekda Kabupaten Lotim Juani Taufik didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga Izudin terkait pengalihan gedung pemuda, berlangsung di kantor bupati Jalan Pahlawan, Kota Selong, Kabupaten Lotim, Nusa Tenggara Barat. (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Pertemuan antara organisasi kepemudaan (OKP) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diwakili Sekda Kabupaten Lotim Juani Taufik didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Izudin terkait pengalihan gedung pemuda, berlangsung di kantor bupati Jalan Pahlawan, Kota Selong, Kabupaten Lotim, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (20/1/2021).

Sekda Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taufik mengatakan peminjaman gedung pemuda yang di gunakan oleh Bank NTB itu sifatnya hanya sementara selama pembangunan gedung Bank NTB belum selesai.

“Kegiatan pemuda tidak boleh berhenti dan harus tetap jalan. Pemda melalui Kadis Pora sudah menyiapkan gedung penggantinya yaitu kantor KONI untuk dapat digunakan sementara,” kata Juaini.

Menurut dia, kita kumpul disini untuk mencari solusi yang terbaik agar semua bisa berjalan sesuai dengan keinginan, krean Bank NTB merupakan Bank milik pemerintah daerah yang perlu juga mendapatkan perhatian agar bisa terus berkembang.

“Dipilihnya gedung pemuda untuk digunakan sementara oleh Bank NTB sudah melalui pertimbangan yang matang, dan keputusan ini diambil karena gedung Bank NTB sendiri belum selesai dibangun, apabila pembangunan gedung Bank NTB yang baru sudah selesai, semua akan dikembalikan sesuai kegunaannya,” tutur Juaini.

OKP Lombok Timur, Zuarno Saputra menyatakan kami akan melakukan perlawanan, kenapa dibiarkan pengalihan tersebut tanpa ada solusi.

“Kita akan turun ke jalan, kita perlu solusi dan kepastian, jangan hanya janji, jangan masalah ini menjadi fitnah bagi kami,” ujar Zuarno.

Ia menyebutkan, kita sebagai orang Timur menginginkan jalan yang terbaik. Permasalahannya harus ada seurat keputusan (SK) hibah dari pak bupati agar semua jelas.

“Hal ini tak lain agar bisa di pertanggungjawabkan, jangan sampai terulang lagi kejadian massal lalu dengan adanya pengusiran secara sepihak. Jangan kami di PHP (pemberian harapan palsu), harus ada kepastian, bukan janji,” sebut Zuharno.

Muhyyidin menjelaskan, sebenarnya kami tidak ingin turun ke jalan lagi, kalau masalah ini cepat diselesaikan. Kita mengkritik karena sayang bukan untuk benci, kami tidak punya masalah dengan pemerintah daerah, asal masalahnya transparan.

“Kami menginginkan kalau bisa gedung tersebut dikosongkan untuk kegiatan pemuda, karena pernah terjadi pada saat gedung pemuda ingin digunakan oleh mahasiswa HMI dan PMI diminta uang sewa, sehingga kami membuat gerakan 1.000 koin untuk sewa gedung pemuda tersebut, dan meminta pak Sekda untuk segera menyelesikan masalah ini,” jelasnya.

Solusi yang diberikan OKP Lombok Timur, beri kepastian gedung mana yang akan disiapkan sebagai penggantinya. Pastikan bahwa benar Bank NTB tersebut hanya pinjam selama setahun. Pastikan untuk pemuda dimana akan ditempatkan, dan berikan asrama bagi pemuda untuk dikelola.

Selanjutnya harus ada hitam diatas putih (surat perjanjian kesepakatan), ada berita acara untuk memastikan pemakaian gedung atau yang akan dihibahkan untuk kegiatan pemuda agar jelas secara hukum sesuai Permendagri. Berikan kuasa pengelolaan gedung mahasiswa dan pemuda itu pada pemuda sesuai Permendagri .

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan surat persetujuan lokasi kesekretariat pemuda dari Sekda Kabupaten Lotim, Juaini Taufik kepada Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lotim. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya