Tim SAR Gabungan Telah Evakuasi 90 Jenazah Korban Gempa Sulawesi Barat

20 January 2021 13:08
Tim SAR Gabungan Telah Evakuasi 90 Jenazah Korban Gempa Sulawesi Barat
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban di Kabupaten Mamuju, dan total 90 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi setelah gempa Sulawesi Barat. (Antara)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA dini hari di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terus bertambah.

Berdasarkan pencatatan data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Selasa (19/1/2021) pukul 15.2 WITA, jumlah korban meninggal dunia mencapai 90 orang.

Berdasarkan keterangan SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Sulawesi Barat, Saidar Rahmanjaya sampai dengan Selasa 19 Januari 2021, total 90 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi setelah gempa magnitudo 6,2 yang terjadi menghantam Sulawesi Barat.

“Total menjadi 90 orang meninggal dunia,” ungkap Saidar dalam konferensi pers penanganan bencana pasca gempa Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).

Basarnans juga masih mengupayakan pencarian korban yang dipusatkan di 20 sektor dan 12 titik prioritas yang ada di empat kelurahan, yakni Kelurahan Binanga, Rimuku, Karema dan Simboro Kabupaten Mamuju.

Sebanyak tujuh tim diturunkan untuk melakukan pencarian korban, dengan rincian lima tim dikerahkan di Kabupaten Mamuju dan dua tim lainnya berada di Kabupaten Majene.

Basarnas juga melaporkan adanya tiga korban yang diduga masih tertimbun longsor di daerah Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene yang hingga pukul 16.00 waktu setempat ketiga korban masih belum ditemukan.

“Kami akan terus berupaya melakukan pencarian besok,” ujar Saidar.

Sementara jumlah warga yang mengungsi menurun drastis. Jumlah pengungsi di Kabupaten Mamuju, kini berjumlah 7.255 orang dan Kabupaten Majene 2.650 orang.

Hal tersebut lantaran beberapa pengungsi sudah kembali ke rumah dan beberapa lagi warga eksodus ke tempat yang lebih aman, seperti Makassar, Palu dan Pare-pare.

Sebelumnya, total warga yang mengungsi akibat gempa sebanyak 19.435 jiwa, yakni di Kabupaten Mamuju sebanyak 15.014 jiwa, dan Kabupaten Majene 4.421 jiwa.

Dalam rangka pelayanan kesehatan korban pascagempa, pihak TNI AD menyiapkan kapal rumah sakit. Tiga hari ke depan, rumah sakit lapangan juga akan dibangun. Proses pengerjaan sekitar satu bulan sampai dengan penyembuhan masyarakat.

Sementara di Kabupaten Mamuju ada dua rumah sakit yang sudah beroperasi, dari empat rumah sakit yang berdiri.

Tak hanya itu, aktivitas ekonomi masyarakat mulai berangsur pulih. Per hari Selasa (19/1) sudah ada empat toko yang beroperasi di bawah penjagaan aparat kepolisian. Di pasar tradisional juga dilaporkan terlihat beberapa penjual.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengunjungi korban gempa di Mamuju. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan pemerintah akan memberi bantuan kepada seluruh warga terdampak.

Besaran bantuan menyesuaikan tingkat kerusakan tiap bangunan. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya