Pro Kontra Pinjam Pakai Gedung Pemuda Ke Bank NTB, Forum Masbagik Bersatu Lombok Timur Gelar Diskusi

20 January 2021 16:42
Pro Kontra Pinjam Pakai Gedung Pemuda Ke Bank NTB, Forum Masbagik Bersatu Lombok Timur Gelar Diskusi
Forum Masbagik Bersatu gelar diskusi berlangsung di Lumbung Tanak Malit, Masbagik Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Nau A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Forum Masbagik Bersatu (Formabes) gelar diskusi dengan tema, ‘pro dan kontra alih fungsi sementara Gedung Juang Pemuda dan Mahasiswa’, berlangsung di Lumbung Tanak Malit (TM) Masbagik Selatan, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/1/2021) malam.

Hadir di giat tersebut Ketua DPRD Kabupaten Lotim Murnan, Staf Khusus Gubernur NTB Dedi Arisandi, Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim Mahsin, Praktisi Hukum Hulain, Kadispora Lotim Izzudin, Dirut Bank NTB Syariah Lalu Samsul Hadi, Ketua DPD KNPI NTB Toupik Hidayat, Ketua DPD KNPI Lotim M Habiburokhman, Ketua Formabes Sopian Hadi.

Selaku moderator Saifuddin Zohri dan penyampaian Kadispora Lombok Timur, Izzudin, mengatakan Bank NTB sangat membantu khususnya pendanaan modal usaha produktif bagi pemuda tanpa agunan hanya menggunakan rekomendasi dari Dispora.

“Peran dari Bank NTB melayani seluruh guru di Lotim sampai dengan purna tugas, dan salah satu dasar agar lebih mudah mengakses guna memajukan perekonomian di Kabupaten Lotim,” kata Izzudin.

Menurut di, hak guna pakai Insya Allah hanya sampai satu tahun, dan semua aset yang sudah digunakan di gedung juang apabila setelah selesai, maka menjadi milik gedung pemuda.

“Kepada para pemuda agar lebih fokus pada kegiatan tahun 2021, karena Pemda Lotim telah mengganggarkan untuk kgiatan kepemudaan sebesar Rp500 juta,” tutur Izzudin.

Dirut Bank NTB diwakili pimpin Cabang Bank NTB, Lalu Samsul Hadi menyatakan untuk diketahui pada tanggal 12 Juni 2020, kami mengusulkan gedung PHI untuk menjadi gedung sementara, namun setelah kami memeriksa banyak peralatan, apabila dipindahkan banyak membutuhkan biaya.

“Jadi kami mengusulkan kepada Bapak Bupati untuk pinjam pakai gedung pemuda dengan ketentuan dibayar dalam perjanjian pinjam pakai sekitar bulan Juli 2020,” ujar Samsul.

Ia menjelaskan, setelah kami rehab gedung pemuda dengan total Rp461 juta untuk perbaikan, bongkar pasang rehab dan lain-lain, dimana hasil rehab tersebut tidak mungkin akan kami ambil kembali setelah pinjam pakai tersebut berakhir.

“Ada beberapa pertimbangan sehingga Bank NTB diberikan pinjam pakai gedung tersebut, salah satunya nasabah Bank NTB Syariah berjumlah sekitar 173.000 orang, dan kami harus dapat melayani nasabah yang merupakan masyarakat Kabupaten Lotim,” jelas Samsul.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Hurnan menyampaikan konsep apapun yang ditawarkan pemerintah justru itu yang kami tunggu dari DPRD karena terkait dengan anggaran.

“Dengan keberadaan tempat pusat-pusat pemuda, saya apresiasi, karena dapat memunculkan industri kreatif, dimana ide-ide pemuda murni tanpa adanya campur tangan Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim, papar Hurnan.

Dirinya menyatakan, kedepan pemuda sebagai agen perubahan harus dapat menjadi subyek tidak hanya menjadi obyek, dan berharap kedepan kita ingin pemerintah memberdayakan pemuda dalam membangun prekonomian, karena pemuda memiliki potensi untuk membangun Lombok Timur lebih maju kedepannya.

“Terkait dengan gedung, saya berharap ada solusi dari Pemkab Lotim untuk pemuda, sehingga ada ruang terbuka yang disipakan untuk pemuda dalam memberdayakan para pemuda,” ujar Hurnan.

Ketua DPD KNPI Lotim, Habiburahman menjelaskan, pemuda harus hadir di tengah-tengah pembangunan pemerintah, dan terkait dengan gedung yang dipinjam pakaikan ke Bank NTB, KNPI merasa tersandera oleh Pemda Lotim, dimana seharusnya pemda ada komitmen dengan pemuda.

“Kami sebenarnya tidak berkeberatan dengan relokasi yang dilakukan oleh pemda, hanya saja pemda tidak pernah mengkomunikasikan dengan pemuda, sehingga terkesan sosialisasi dengan pemuda tidak ada. Kami berada dalam posisi menghormati dokumen RKPD pemda,” jelasnya.

Ketua DPD KNPI NTB, Taufik Hidayat mengatakan terkait dengan gedung pemuda yang telah dialih fungsikan untuk Bank NTB, dirinya sangat sesalkan.

“Kami Mohon kepada Bank NTB, kedepan CSR-nya di gelontorkan ke pemuda, mari berdayaakan pemuda, sebagai bentuk transparansi dan ada bentuk manfaatnya untuk ,asyarakat Lombok Timur, sehingga ramah lingkungan,” katanya.

Hulaian mengemukakan, terkait dengan konsekuensi hukum dengan dialihfungsikannya gedung pemuda kepada Bank NTB Syaraiah Cabang Selong, keberpihakan pemda terhadap Pemuda sangatlah besar, namun melihat peran DPRD terhadap pemuda dan mahasiswa masih kurang, artinya apa DPRD harus lebih memperhatikan pemuda.

“Pemda harus mengajak Pemuda melalui KNPI berkomunikasi, sehingga kesannya pemuda tidak termarjinalkan atau terpinggirkan. Kepada Bank NTB, kiranya dapat memberikan kontrubusi kepada pemuda dan mahasiswa Lombok Timur,” ujarnya.

Asisten I Pemkab Lotim, Mahsin mengungkapkan terkait dengan pro kontra alih fungsi sementara gedung juang pemuda dan mahasiswa, mari kita sama-sama menjaga kondusifitas di Lombok Timur, karena Pemda Lotim memiliki nawacita bagaimana dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Bukti Pemda Lotim terkait dengan keberpihakan terhadap pemuda, pemda telah menyiapakan GOR untuk pemuda bersama dengan fasiliitasnya. Sebagai komitmen serius pemda terhadap pemuda, kami akan mengawal pemuda dengan cara memberdayakan pemuda untuk Lombok Timur yang lebih maju dan lebih baik,” ungkapnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya