Pemkab Polewali Mandar Jadikan Stadion S Mengga Sebagai Posko Induk Bagi Pengungsi Korban Gempa Sulawesi Barat

20 January 2021 12:18
Pemkab Polewali Mandar Jadikan Stadion S Mengga Sebagai Posko Induk Bagi Pengungsi Korban Gempa Sulawesi Barat
Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar saat berikan bantuan kepara pengungsi korban bencana gempa di posko induk Stadion S Mengga Kabupaten Polman, Sulbar. (Dok. Humas Pemkab Polman)
.

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Pasca gempa magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menyisahkan duka bagi korban bencana gempa.

Berdasarkan data Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) pertanggal 18 Januari 2021 malam, gempa Sulbar menelan korban jiwa masing-masing 15.014 orang di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang Kabupaten Majene.

Tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat. Dimana 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.

Sementara pengungsi sebanyak 19.435 orang pasca gempa magintudo 6,2. Masing-masing 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene dan 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju.

Kabupaten terdekat dari Kabupaten Majene adala Polewali Mandar (Polman) dan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman sendiri telah menetapkan sprot center Stadion S Mengga sebagai posko induk, sementara gedung gabungan dinas (Gadis) Polman sebagai posko induk logistik.

Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar memerintahkan jajarannya untuk melayani dengan baik para pengungsi korban bencana gempa dari Kabupaten Majene dan Mamuju yang datang ke posko induk Kabupaten Polman.

“Kita telah membuka posko induk bantuan logistik di gedung Gadis Pekkabata, dan wajib lapor serta tempat menginap di posko induk pengunsi yang fasilitasnya lengkap di Stadion S Mengga,” kata Ibrahim melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

Menurut dia, membantu dalam bentuk apapun juga sangat baik adanya, tapi lakukan itu dengan sepenuh hati dan saling memberikan pertolongan serta saling menjaga diri.

“Semoga para korban bencana gempa diberi kekuatan dan kesabaran serta semoga Allah melindungi kita dari bencana alam yang bisa datang kapan saja,” tutur Ibrahim.

Sementara Camat Polewali, Syarifuddin Wahab menyampaikan agar para relawan jangan kendor dalam berikan pelayanan kepara korban pengungsi.

“Ini adalah amanah yang mulia dan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran pemerintah dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir agar terhindar dari corona,” pesannya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya