DPRD Lombok Timur Menerima Aspirasi Forum Mahasiwa Patuh Karya Mataram

19 January 2021 03:10
DPRD Lombok Timur Menerima Aspirasi Forum Mahasiwa Patuh Karya Mataram
Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur gelar hearing RDP dengan FMPKM di ruang rapat Komisi I DPRD Kabupaten Lotim, Nusa Tenggara Barat. (Bayu A/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) gelar hearing rapat dengar pendapat (RDP) dengan Forum Mahasiwa Patuh Karya Mataram (FMPKM) membahas kondisi asrama mahasiwa Lotim yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lotim.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Lotim Mualani dihadiri 4 orang anggota Komisi I, Ketua Pembina FMPKM Arsa Ali Umar dan Ketua FMKPKM berlangsung di ruang rapat Komisi I DPRD Kabupaten Lotim, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (18/1/2021).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lotim, Mualani, mengatakan sesuai keinginan dari massa bahwa hari ini akan membahas terkait kondisi asrama mahasiwa Lombok Timur yang belum mendapat perhatian dari Pemda Kabupaten Lotim.

“Kami memohon maaf karena sempat menunda pelaksanaan hearing minggu lalu, karena aktivitas anggota dewan yang cukup padat dan baru bisa menjadwalkan kembali hari ini,” kata Mualani.

Ia menyebutkan hari ini mengundang instansi terkait agar kegiatan diskusi nanti berlangsung maksimal.

“Kami juga meminta agar forum mahasiswa bisa menyampaikan tujuan kedatangannya ke DPRD, sehingga semua yang hadir bisa mendengarkannya,” sebut Mualani.

Ketua Pembina FMPKM, Arsa Ali menyatakan hearing ini sifatnya menyampaikan aspirasi, karena selaku pembina memiliki beban moril untuk organisasi.

“Ada beberapa asrama yang dihuni oleh mahasiswa di Mataram, yakni asrama yang berlokasi di Kekalek, asrama yang berlokasi di Karang Kelok, asrama yang berlokasi di Monjok,” ujar Arsa.

Menurut dia, untuk asrama yang di Kekalek sempat bermasalah, karena sempat di jual, namun Alhamdulilah saat ini sudah bisa kembali lagi, disana terdapat 10 lokal (mahasiswa Lotim) namun pasca gempa kondisinya cukup memperihatinkan.

“Untuk asrama di Karang Kelok pembuatnya bukan berasal dari dana pemda (Lotim), namun hasil patungan dari tokoh masyarakat Lotim yang tinggal di Mataram dan dulu beredar info bahwa akan di jadikan aset daerah oleh Pemda Lotim,” tutur Arsa.

Lanjut Arsa, untuk asrama di Monjok sempat ingin dijadikan asrama putri oleh Bapak Sukiman saat itu, namun tidak mengetahui perkembangannya saat ini.

“Harapan kami, kesediaan Komisi I untuk mendorong penganggaran agar bisa merenovasi bangunan tersebut,” sambung Arsa.

Ketua FMPKM, Sudirman berharap pertemuan ini ada solusi dan kebijakan yang diambil. Untuk asrama Kekalik pernah di renovasi tahun 2012 dan sampai saat ini tidak pernah di renovasi kembali.

“Kami meminta kepada Bidang Aset agar memperhatikan aset daerah karena mampu menghidupkan dunia pendidikan. 30% mahasiswa di Mataram berasal dari Lotim,” ujar Sudirman.

Ia menjelaskan, lembaga pendidikan saat ini hanya menjamin menjadi sarjana, sehingga harapa kami adanya dukungan positif dari Pemda dan DPRD Lotim kepada forum mahasiswa karena banyak kegiatan didalamnya.

“Harapa kami kedepan kepada eksekutif dan legislatif, dilakukan renovasi gedung, fasilitas asrama, dianggarkan untuk listrik karena yang tinggal disana rata-rata mahasiwa tidak mampu,” jelas Sudirman.

Kabid Aset Pemda Kabupaten Lotim, Mustiarep mengatakan untuk aset dalam pengelolaanya cukup rumit, khusus asrama Lotim di Mataram ada beberapa telah menjadi aset daerah.

“Khusus Asrama di Karang Kelok dari anggaran APBD tdk terlihat penganggaranya, karena sudah lama di tinggalkan oleh Mahasiswa maka akan di amankan atau di perbaiki oleh Pemda Lotim,” Mustiarep.

Dirinya menyebutkan, asrama di Monjok telah bersertifikat, sehingga setiap tahun di cek untuk dilakukan penertiban, dan semua barang disana tercatat investaris Kabupaten Lotim. Dan asrama Kekalek tercatat penggunanya adalah bagian umum dan menjadi aset daerah.

“Terkait dengan aset asrama, Bidang Aset akan melakukan penertiban terhadap aset daerah tersebut. Dan diharapkan di APBD perubahan 2021 bisa di anggarkan untuk renovasi asrama di Kekalek,” sebut Mustiarep.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lotim, M Zainudin, menyampaikan untuk aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur di Mataram baru mengetahui karena baru menjabat.

“Untuk di Malang dan Jogja sudah dianggarkan, sehingga diharapka forum mahasiswa bisa bersurat untuk permohonan rehab dan fasilitas, sehingga bisa dianggarkan pada APBD perubahan 2021,” paparnya.

Zainudin mengatakan terkait dengan hal-hal yang tidak terlalu berat seperti wifi, listrik, pajak dan keamanan, akan segera dipasangkan sesuai dengan perintah Bupati Lotim.

“Untuk yang ringan-ringan akan segera ditindaklanjuti dan terkait dengan anggaran perubahan pembangunan fisik akan di rumuskan pada APBD perubahan,” katanya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya