Pasca Gempa Plt Bupati Majene Pimpin Rapat Mendadak di Posko Induk Malunda, Ini Yang Dibahas

18 January 2021 22:09
Pasca Gempa Plt Bupati Majene Pimpin Rapat Mendadak di Posko Induk Malunda, Ini Yang Dibahas
Dilokasi Posko Induk Gempa Kecamatan Malunda, Plt Bupati Majene, Lukman pimpin rapat mendadak dengan Camat Malunda dan Ulumanda, Pamboang beserta para Kades di dua kecamatan tersebut, berlangsung di Kota Tinggi Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar. (Adi Karangang/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berpusat di 2,98 LS, 118,94 BT atau 6 kilometer Timur Laut Majene dengan skala magnitudo 6,2 pada Jumat 15 Januari 2021 dini hari lalu.

Dilokasi Posko Induk Gempa Kecamatan Malunda, Pelaksanatugas (Plt) Bupati Majene, Lukman pimpin rapat mendadak dengan Camat Malunda dan Ulumanda, Pamboang beserta para Kepala Desa (Kades) di dua kecamatan tersebut, berlangsung di Kota Tinggi Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar, Senin (18/1/2021).

Dalam rapat itu, nampak hadir Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, perwakilan Badan Nasional Penanggulanagn Bencana (BNPB) RI, Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Kadis Kesehatan dan Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Majene.

Dalam rapat kali ini Lukman mendengarkan semua keluhan dan masukan dari camat dan kades terkait penanganan korban gempa ataupun para pengungsi yang saat ini masih tersebar di berbagai tempat di Kecamatan Malunda dan Ulumanda.

Camat Ulumanda, Muhammad Arif mengharapkan adanya pengiriman alat berat untuk membuka akses jalan yang sampai saat ini masih sebahagian tertutup longsor.

“Kami harapkan adanya bantuan tenda bagi warganya yang mengungsi serta kebutuhan hidup bagi warga yang sampai saat ini terisolir,” harap Arif.

Sementara Bupati Lukman menyampaikan saat ini kondisi kita memang sangat gawat darurat, artinya semua dikerjakan secara cepat dan tepat sasaran.

“Konsentrasi kita saat ini diharapkan semua kades supaya menyiapkan armada mobil yang akan mengangkut bantuan dari posko induk ke desa masing masing,” papar Lukman.

Ia meminta para camat masing-masing akan menjadi koordinator dan mediator bagi semua desa yang ada diwilayahnya.

“Bila masih ada desa yang belum datang ambil bagian (bantuan) di posko (induk), para Camat yang akan menindaklanjuti,” pinta Lukman.

Dirinya berharap kepada semua kades agar menginventarisir rumah warga yang terkena gempa, termasuk kerugian materi, fasilitas umum lainnya, entah itu rusak berat atau rusak ringan.

“Jadi data tersebut diteruskan ke camat lalu meneruskan ke kabupaten, karena saat ini telah hadir disini BNPB Pusat yang akan mengambil data tersebut untuk mendapatkan bantuan stimulus dari BNPB Pusat,” ujar Lukman.

Senada dengan Bupati, Dandim Majene, Yudi juga sangat mengharapkan keaktifan dari semua kades dan camat untuk pendistribusian logistik ke wilayah masing masing.

“beberapa hari lalu memang kita kekurangan bantuan logistik, namun mulai kemarin sampai hari ini sudah banyak yang masuk (logistik),” kata Yudi.

Sementara perwakilan BNPB RI, Mahsyeh Abdul Qadir menyatakan, data yang masuk harus satu pintu, selanjutnya data tersebut akan diverivikasi oleh tim yang dibentuk oleh Bupati dan berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati.

“Ini untuk memudahkan kami memobilisasi bantuan. Data yang dimasukkan harus sesuai dengan kondisi yang ada, yaitu by name by adress (dengan nama dengan alamat). Untuk data rumah yang rusak agar melibatkan juga dari dinas terkait,” imbuhnya. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya