Pasca Gempa, 189 Dirawat di Mamuju dan 15.000 Orang Mengungsi di Majene

17 January 2021 00:44
Pasca Gempa, 189 Dirawat di Mamuju dan 15.000 Orang Mengungsi di Majene
Warga pengungsi korban gempa di Sulawesi Barat. (Antara/Akbar Tado)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu (16/1/2021), mencatat sebanyak 189 orang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami luka berat dan dirawat pascagempa magnitudo 6,2 yang terjadi Jumat (15/1/2021) dini hari.

Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang alami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian. Total korban tewas hingga kini 42 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) terdampak juga telah dievakuasi sementara ke rumah sakit lapangan.

“Selain itu, korban meninggal mencapai 42 orang, dengan perincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majane,” kata Raditya melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

BPBD Kabupaten Majene, Mamuju dan Polewali Mandar (Polman) masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI/Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Hingga saat ini kata Raditya,, di Kabupaten Majene proses perbaikan arus listrik masih terus dilakukan karena seluruh wilayah masih dalam keadaan padam. Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan.

“Guna mencegah potensi penularan Covid-19 pada lokasi gempa Sulbar, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik berupa masker bedah 50.000 pieces dan masker kain 20.000 pieces,” katanya.

Ia menjelaskan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi.

“Untuk itu BNPB mengimbau masyarakat waspada dan tetap tenang, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan segera menjauhi dari pantai apabila merasakan adanya gempa susulan,” jelas Raditya.

Dirinya meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan berita bohong atau hoax mengenai prediksi dan ramalan gempa akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan tsunami.

“Kepala BNPB Doni Monardo telah meninjau lokasi terdampak bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Kabupaten Mamuju sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,” ujar Raditya.

Hingga saat ini tambah Raditya, BNPB telah mendistribusikan bantuan di Kabupaten Mamuju dan Majene, dengan mengerahkan empat helikopter dalam mendukung penanganan darurat, delapan set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit light tower, 200 unit velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pieces masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit genset 5 KVA.

BNPB juga mengerahkan dua helikopter Mi-8 yang diberangkatkan pada pagi hari ke Kabupaten Mamuju, Sabtu (16/1/2021),” pungkasnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya