Aksi Kamisan JSKK Ke 633 Depan Istana Negara, Desak Pemerintah Tuntaskan Dugaan Pelanggaran HAM

17 January 2021 00:51
Aksi Kamisan JSKK Ke 633 Depan Istana Negara, Desak Pemerintah Tuntaskan Dugaan Pelanggaran HAM
Aksi damai Kamisan ke 633 dari Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat. (Iran Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Aksi Kamisan ke 633 dari Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) dipimpin Sumarsih berlangsung depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021).

Dalam tuntutan massa aksi, Sumarsih meminta kepada Presiden RI, Joko Widodo untuk segera menuntaskan kasus pelanggan HAM berat masa lalu.

“Segera membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc dan Pengadilan HAM dengan Hakim serta Jaksa yang berintegritas,” pinta Sumarsih.

Ia mendesak penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan masa kini yang tak kunjung di selesaikan.

“Adana aksi Kamisan ini, kami ingin menginspirasi anak-anak muda untuk menyuarakan permasalahan rakyat yang belum ditangani oleh pemerintah daerah maupun pusat,” tegas Sumarsih.

Sumarsih juga ingin membuktikan kegagalan negara dalam menegakkan hukum dan memastikan penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan serta pemenuhan HAM.

“Kami juga ingin membuktikan bahwa negara gagal dalam menegakan hukum khususnya pelanggaran HAM berat masa lalu,” ujar Sumarsih.

Tak lama kemudian Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta mengimbau kepada massa aksi untuk tidak melaksanakan aksi dan tidak membentangkan spanduk depan Istana Negara.

“Kami mengimbau agar tidak melaksnakan aksi dan tidak membentangkan spanduk depan Istana Negara, karena masih dalam masa pandemi Covid-19,” imbuhnya. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya