LBH Seroja Bantu Masyarakat Hadapi Kasus Hukum di Lombok Timur, Syamsul: Tanpa Dipungut Biaya

14 January 2021 06:56
LBH Seroja Bantu Masyarakat Hadapi Kasus Hukum di Lombok Timur, Syamsul: Tanpa Dipungut Biaya
Syamsul Bahri (memakai sarung) saat ditemui di kantor LBH Seroja yang juga kediamannya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lomnok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Bayu/Trans89.com)
.

LOMBOK TIMUR, TRANS89 – Salah seorang aktivis hukum di Kabupaten Lombok Lotim (Lotim), Syamsul Bahri selama ini berikan bantuan hukum ke masyarakat melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Seroja.

Kantor LBH Seroja sendiri beralamatkan di kediaman Syamsul Bahri yang merupakan seorang pengacara di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lotim, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Syamsul Bahri mengatakan, berbagai kasus permasalahan yang terjadi di wilayah Lombok Timur terkait penanganan hukum, membuat dirinya terpanggil untuk membantu masyarakat dalam mencari keadilan.

“Menurut sebagian masyarakat yang terjerat kasus hukum, terkadang keputusan hukum yang diberikan kepada pencari keadilan ini belum memenuhi rasa keadilan, sehingga masyarakat menganggap keadilan itu hal yang mustahil sehingga saya terpanggil untuk membantu mereka (masyarakat),” kata Syamsul di kediamannya di Lotim, Rabu (13/12021)

Menurut dia, berdiri ya LBH Seroja di tahun 2011 dapat membawa perubahan bagi pencari keadilan, terutama masyarakat kecil yang ingin mencari keadilan.

“Hadirnya LBH Seroja di Kabupaten Lombok Timur, diharapkan masyarakat dapat berkonsultasi atau menyampaikan masalahnya terkait dengan permasalahan hukum dihadapinya, baik itu kasus pidana maupun perdata tanpa dipungut bayaran,” tutur Syamsul.

Ia menjelaskan, banyaknya kasus terkait permasalahan hukum yang tidak terselesaikan membuat masyarakat kecewa dan tidak percaya terhadap penanganan hukum yang dilakukan oleh para penegak hukum itu sendiri.

“Memang dalam menangani masalah hukum perlu kehati-hatian dan tidak bisa sembarangan seperti membalikkan kedua telapak tangan kita, sehingga dalam penyelesaiannya memerlukan waktu lama,” jelas Syamsul.

Lanjut Syamsul, kesabaran dan ketelitian dalam melihat sebuah kasus sangat diperlukan, hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan saat penyampaian penjelasan suatu perkara dalam pelaksanaan sidang, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

“Keputusan yang adil dalam suatu perkara sangat diperlukan oleh masyarakat, sehingga masyarakat percaya bahwa keadilan itu masih ada diatas bumi ini,” imbuhnya. (Bayu/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya