Dana Hibah Covid-19 Pemprov Aceh Rp9.5 Miliar Cair, Presma Unhuma Sebut Minim Manfaat

14 January 2021 08:29
Dana Hibah Covid-19 Pemprov Aceh Rp9.5 Miliar Cair, Presma Unhuma Sebut Minim Manfaat
Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh, Teguh Novrianto. (Aljawahir/Trans89.com)
.

ACEH BESAR, TRANS89.COM – Terkait permasalahan dana hibah penanagan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang di berikan kepada organisasi mahasiswa dan masyarakat di Aceh, mendapatkan tanggapan dari Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unhuma).

“Kita sangat menyayangkan hal tersebut, karena ini dapat merusak independensi mahasiswa dan organisasi di Aceh,” kata Presma Unhuma, Teguh Novrianto di Aceh Besar, Rabu (13/1/2021).

Menurut dia, kita mencita-citakan berada di pihak rakyat untuk mencapai kesejahteraan, tetapi sangat disayangkan kita juga berada di pihak penguasa dalam hal menikmati uang negera.

Selain itu, Presma Unmuha juga menanyakan kegunaan dan dampak manfaat yang diterima oleh masyarakat yang saat ini sedang menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19 seperti di sektor ekonomi.

“Keluarga besar mahasiswa Unmuha menyatakan dan berkomitmen dari awal untuk tidak menerima dana hibah tersebut,” tutur Teguh.

Ia menyatakan, dana hibah tersebut tergolong besar dan sarat akan kepentingan pribadi dan dapat merusak nilai-nilai perjuangan yang telah kita cita-citakan selama ini.

“Kami berberharap dana tersebut dapat di dipantau secara maksimal, sehingga tidak ada penyelewengan,” ujar Teguh.

Dirinya juga merasa agak aneh jika anggaran ini diambil dan digunakan oleh kelembagaan mahasiswa, apalagi sebelumnya pernah ada aksi terkait dengan tuntutan transparansi anggaran covid di Aceh.

“Ini juga kami menduga semacam narasi seolah-olah di bungkam dengan segepok uang agar bisa diam,” terang Teguh.

Teguh mengungkapkan, perihal dana hibah ini apa untuk kepentingan masyarakat Aceh atau untuk kepentingan pribadi.

“Kalau kawan-kawan organisasi menerima dana tersebut, sama dengan mempermalukan diri sendiri,” ungkapnya.

Lanjut Teguh, apa program yang menonjol dan efektif dari kawan-kawan organisasi dalam menanggulangi permasalahan penyebaran Covid-19 di Aceh?

“Jadi apa program yang kita bisa lihat dari bantuan anggaran tersebut, dan kami dapat memastikan tidak ada,” pungkasny.

Adapun daftar list beredar dana hiba di tandatangi Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah diperuntukan bagi penerima dari berbagai badan, lembaga dan organisasi swasta untuk penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Aceh sebanyak 100 organisasi dengan jumlah fantastis Rp9.597.000.000. (Alja/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya