Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

12 January 2021 02:24
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah unjuk rasa di kantor Dinas P2KBP3A, Polres dan Tugu Benteng Kayu Mangiwang Kabupaten Mateng, Sulbar. (Uchon/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mamuju Tengah dipimpin Sri Wahyuningsih dan Kasriadi Kasim unjuk rasa di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Polres dan Tugu Benteng Kayu Mangiwang Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (11/1/2021).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, stop predator anak dan perempuan.

Sri Wahyuningsih mengatakan, maraknya kejadian pencabulan dan asusila yang terjadi di daerah Mamuju Tengah serta kekerasan terhadap perempuan, maka kami Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mateng meminta kepada Dinas P2KBP3A dan Polres Mateng, kiranya dapat memperhatikan apa yang terjadi di tahun 2020.

“Persoalan asusila ini dilakukan oleh oknum yang tidak berprikemanusiaan, sehingga kami meminta Dinas P2KBP3A dan Polres Mateng memperhatikannya,” kata Sri.

Ia menyatakan tuntutan, dinas terkait harus mengevaluasi program yang dilakukan terkait persoalan anak dan perempuan, serta melakukan koordinasi di tingkat kabupaten sampai ke desa persoalan pendampingan anak serta perempuan.

“Sejauh mana dinas terkait lakukan pendampingan terhadap korban asusila dan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Mateng selama ini. Dan sampai dimana Polres Mateng menangani persoalan pencabulan anak beberapa hari lalu di bulan Desember 2020,” ujar Sri.

Dirinya menyebutkan, Polres Mateng harus menyampaikan kepada publik untuk cepat menyelesaikan kasus asusila yang terjadi beberapa di bulan Desember 2020 lalu.

“Kami mendesak pihak polres untuk menyatakan sikap di media akan mengusut tuntas jika ada kejadian pencabulan yang akan akan datang. Hari ini kami bersama Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mateng akan datang dengan massa lebih banyak jika permintaan kami tidak diindahkan,” sebut Sri.

Massa kemudian bergeser ke Tugu Benteng untuk lakukan orasi yang sama, sementara Kapolres Mateng AKBP Muh Zakiy menyampaikan kepada massa aksi, beberapa kasus asusila pelakunya masih banyak yang di bawah umur.

“Kasus-kasus tersebut sudah kami limpahkan ke Kejaksaan dan masih ada dua kasus yang masih kami tangani, pelaku sudah kami amankan di kantor,” papar Zakiy.

Lanjut Zakiy, semenjak polres berdiri di Mateng, sudah ada 11 kasus, 8 kasus pencabulan dan 3 kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kami dari pihak kepolisian akan menindak tegas terhadap pelaku-pelaku kejahatan tersebut, siapapun yang dibelakangnya yang ikut melindungi pelaku akan kami tindaki. Untuk beberapa kasus ini memang ada beberapa yang kurang perhatian atau kontrol dari orang tuanya,” sambungnya. (Uchon/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya