100 Orang Tenaga Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kemenag Mamasa Belum Dibayarkan Selama 6 Bulan

04 January 2021 23:21
100 Orang Tenaga Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kemenag Mamasa Belum Dibayarkan Selama 6 Bulan
Kasi Urusan Agama Kristen Kemenag Mamasa, Yonatan. (Andi Waris Tala/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Sekitar 100 orang tenaga honor non pegawai negeri sipil (PNS) penyuluh agama Kristen di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar) meradang.

Pasalnya, gaji atau honor penyuluh agama Kristen di Kemenag Mamasa terhitung Juni hingga Desember 2020 (6 bulan) tak kunjung dibayarkan.

Mereka (tenaga honor) lakukan cuitan dan celoteh menjelang perayaan Natal 25 Desember 2020. Dimana para penyuluh agama Kristen sibuk-sibuknya mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut datangnya Natal.

“Tentu kami para tenaga honorer ini dalam mempersiapkan penyambutan Natal membutuhkan biaya untuk melengkapi kebutuhan, walau kami menunggu cairnya tunjangan atau gaji honor tersebut namun yang diharapkan tak kunjung didapatkan,” ungkap tenaga honor Kemenag Mamasa yang minta identitasnya tidak ingin disebutkan.

Informasi tentang gaji tenaga honor non PNS tidak dibayarkan selama 6 bulan di aminkan Kepala Seksi (Kasi) Urusan Agama Kristen Kemenag Mamasa, Yonatan di hubungi via celullarnya, mengatakan apa yang dikeluhkan para tenaga honor penyuluh agama Kristen lingkup Kemenag Mamasa itu benar adanya.

“Iya pak, gaji mereka memang belum dibayarkan selama 6 bulan terakhir,” ucap Yonatan, Senin (4/1/2021).

Ditanya kendala sehingga gaji para honorer belum dibayarkan, Yonatan menjelaskan, soal mandeknya gaji honor penyuluh agama Kristen non PNS Kemenag Mamasa, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi kami.

“Namun perlu di ketahui, bahwa hal serupa tidak terjadi hanya di Kabupaten Mamasa saja, namun terjadi diseluruh Indonesia di semua Kemenag,” jelas Yonatan.

Menurut dia, baru-baru ini pihaknya mempertanyakan soal gaji para tenaga honorer yang tak kunjung cair.

“Alasan yang dikemukakan oleh staf Kementerian Agama RI, bahwa kendala yang dihadapi belum rampungnya data dari seluruh Kemenag yang ada,” tutur Yonatan.

Untuk itu, kata Yonatan, sejak tanggal 24 Desember 2020, pihak Kemenag Mamasa terpaksa bekerja lembur untuk memperbaiki kembali data-data tenaga honorer Kemenag Mamasa yang di Minta Kemenag RI, sehingga dalam waktu dekat segera berproses.

“Adapun jumlah tenaga honor penyuluh agama Kriseten Non PNS Kemenag Mamasa yang aktif menjalankan tugas, sebanyak 100 orang. Dari 100 orang tersebut, jumlah dana yang harus di siapkan untuk gaji mereka sebesar Rp600 juta,” kata.

Lanjut Yonatan, olehnya itu, kami mengharapkan agar seluruh pegawai honor penyuluh agama Kristen non PNS Kemenag Mamasa tetap bersabar.

“Kami tetap berupaya sedemikian rupa, agar gaji mereka bisa di bayarkan secepatnya. Semoga apa yang menjadi keluhan para tenaga penyuluh agama Kristen lingkup Kemenag Mamasa segera terjawab,” pungkasnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya