Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia Pos Kotis Obati Warga Korban Kecelakaan

03 January 2021 00:22
Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia Pos Kotis Obati Warga Korban Kecelakaan
Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia Pos Kotis mengobati korban kecelakaan lalu lintas yang dialami saudara Alex (18) saat hendak pulang kerumahnya di Kampung Wambes pada malam hari di Jalan Trans Papua, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. (Pensatgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia)
.

KEEROM, TRANS89.COM – Aksi sigap terhadap korban kecelakaan kembali diperlihatkan personel Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), Yonif Raider 100 Prajurit Setia Pos Kotis.

Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia Pos Kotis mengobati korban kecelakaan lalu lintas yang dialami saudara Alex (18) saat hendak pulang kerumahnya di Kampung Wambes pada malam hari di Jalan Trans Papua, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Dokter Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia, Letda Ckm dr Teguh Pratikto, mengungkapkan telah datang ke Pos Kotis keluarga Alexius (45) dan Margareth (44) bersama putranya Alex warga Kampung Wambes yang baru saja mengalami kecelakaan.

“Kecelakaan tersebut akibat ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor lain dari depan, saat hendak pulang kerumahnya pada saat malam pergantian tahun,” ungkap Teguh melalui rilisnya, Sabtu (2/1/2021).

Dirinya bersama Bintara Kesehatan (Bakes), Serda Supriyanto dan Tamtama Kesehatan (Takes) Pos Kotis, Praka Suhartono segera mengobati luka lecet pada wajah, bahu, lutut dan tangan kanan yang dialami korban dengan beberapa jahitan pada bagian kaki.

“Sebagai anggota Satgas Pamtas yang bertugas di daerah perbatasan, apapun kesulitan yang dihadapi warga sudah menjadi kewajiban untuk segera dapat membantunya,” ujar Teguh.

Menurut dia, karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama apalagi di wilayah perbatasan dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Jika ada warga sekitar pos yang membutuhkan pengobatan karena situasi darurat, kami siap membantu apalagi jika beresiko lumpuh atau nyawa,” tutur Teguh.

Senada disampaikan Dankima Satgas Yonif Raider 100 Prajurit Setia, Kapten Inf Supriadi menyadari bahwa tenaga dan fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan masih sangat terbatas.

“Puskesmaspun jaraknya cukup jauh dan tenaga medis yang terbatas, sehingga masyarakat sering berobat ke pos-pos Pamtas TNI terdekat,” ujar Supriadi.

Lanjut Supriadi, ini merupakan wujud kehadiran negara di perbatasan dan suatu bentuk Binter yang terus kami pelihara sebagai wujud kedekatan TNI dengan rakyat.

“Kami (Satgas) bertugas menjaga wilayah perbatasan selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Apapun kesulitan yang dihadapi warga, merupakan prioritas Satgas, karena itulah bentuk perwujudan dari kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkasnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya