Aksi Kamisan Yogyakarta ‘Kaleidoskop Pelanggaran HAM Indonesia’

01 January 2021 01:42
Aksi Kamisan Yogyakarta ‘Kaleidoskop Pelanggaran HAM Indonesia’
Republik Remedial Indonesia terdiri dari kelompok Aksi Kamisan Yogyakarta, Social Movement Institute, Kontras, Amnesty International, Mahasiswa dan Masyarakat Ngayogyokarto gelar aksi diam kamisan di bundaran UGM, Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (Joko Slamet/Trans89.com)
.

SLEMAN, TRANS89.COM – Sejumlah massa Republik Remedial Indonesia terdiri dari kelompok Aksi Kamisan Yogyakarta, Social Movement Institute, Kontras, Amnesty International, Mahasiswa dan Masyarakat Ngayogyokarto gelar aksi diam kamisan dengan tema, ‘kaleidoskop pelanggaran HAM Indonesia’.

Aksi diam kamisan dipimpin Jaya Putra berlangsung bundaran Universitas Gajah Mada (UGM), Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Kamis (31/12/2020).

Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan, mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh negara, mengutuk segala bentuk pemufakatan jahat.

Selain itu menggelar payung hitam berlambangkan Aksi Kamisan sebagai simbol duka yang mendalam terhadap penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

Massa Aksi Kamisan juga membagikan release bertuliskan, tidak terasa tahun 2020 dilalui dengan cepat. Tahun ini dihiasi dengan berbagai macam peristiwa besar yang membuat keadaan Indonesia semakin tidak baik-baik saja khususnya pelanggaran HAM.

Dari permasalahan dikeluarkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) PKS dari program legislasi nasional (Prolegnas), ancaman kebebasan akademik, perampasan ruang hidup, terancamnya kebebasan sipil, perkara Covid-19 hingga disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja menambah daftar panjang dosa-dosa negara di tahun 2020.

Di DI Yogyakarta sendiri, sepanjang tahun 2020 banyak terjadi peristiwa yang bersinggungan langsung dengan HAM. Teringat kembali pada peristiwa penggusuran pedagang kaki lima di Gondomanan yang selama 8 tahun bersitegang dengan seorang pemilik toko mainan di tanah yang mereka tempati bersama (Sultan Ground) yang berujung pada penggusuran PKL Gondomanan.

Hadirnya tambang pasir besi di sepanjang pesisir Kulon Progo, akibatkan semakin menurunnya lahan pertanian, dan masyarakat pesisir yang hidupnya dari bercocok tanam di sepanjang pesisir terancam kehilangan sumber penghidupan mereka.

Masalah upah minimum provinsi (UMP) DI Yogyakarta yang menempati posisi terendah se-Indonesia yang angkanya jauh berada dibawah kehidupan hidup layak juga menjadi masalah yang mengancam kesejahteraan masyarakat, khusunya kaum buruh dan kaum miskin kota.

Wacana jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen menjadi momok menakutkan bagi lahan pertanian warga yang akan menjadi korban pembangunan jalan tol ini.

Aksi penolakan atas disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja 8 Oktober 2020, dihiasi dengan berbagai tindakan represif aparat, mulai dari penembakan gas airmata, pemukulan, penangkapan, penyadapan serta doxing terhadap masyarakat sipil.

Hingga sampai pada kasus intoleran yang angkanya semakin menukik tajam seiring dengan berakhirnya tahun 2020 yang membuat DI Yogyakarta menempati posisi 10 besar provinsi dengan jumlah kasus kebebasan beragam berkeyakinan (KBB) tertinggi di Indonesia.

Bukan hanya di DI Yogyakarta saja, tapi sejumlah daerah merasakan berbagai permasalahan HAM yang terjadi, terlebih lagi ditengah pandemik Covid-19 saat ini.

Negara semakin acuh tak acuh, pelanggaran HAM terus terjadi berulang kali, seolah negara mengulangi kesalahan yang sama setiap tahunnya tanpa ada penyelesaian.

Pembunuhan Munir, hilangnya Wiji Tukul, Semanggi dan lain-lain, serta masih banyak pelanggaran HAM masa lalu yang tanpa penyelesaian, pelakunya masih berkeliaran di luar sana.

Memasuki tahun 2021, harapan besar bangsa ini bukan hanya menjadi bangsa yang maju, tapi bangsa yang mampu menegakkan HAM seadil-adilnya.

Atas nama kemanusiaan dan penegakan HAM, Aksi Kamisan Yogyakarta bersikap, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu hingga sekarang dan hukum pelaku seadil-adilnya.

Meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, teror maupun kekerasan kepada siapapun dan atas nama apapun.

Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu berani menyuarakan HAM dalam bentuk apapun, terutama para korban maupun keluarga dan kerabat.

Aksi Kamisan tersebut rutin dilakukan di dekat Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta pada sore hari, karena Tugu Pal Putih saat ini ditutup untuk menghindari kerumunan massa dimalam pergantian tahun baru, sehingga massa aksi kamisan berpindah tempat di Bundaran UGM. (Joko/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya