Meriahkan Malam Tahun Baru Tanpa Pesta, Manejemen dan Karyawan PT Mamuang Pasang Lampu Hias

30 December 2020 01:06
Meriahkan Malam Tahun Baru Tanpa Pesta, Manejemen dan Karyawan PT Mamuang Pasang Lampu Hias
Manejemen dan karyawan PT Mamuang memasang lampu hias warna warni disepanjang jalan inplasemen perumahan teknik, administrasi, kapro, dan staf hingga membuat terowongan tinggi dilengkapi lampu hias aneka warna di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Muhammad Tahir Pilo/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Meski dalam suasana pandemi Covid-19 menyambut perayaan tahun baru 2021, disambut dengan meriah manejemen dan karyawan PT Mamuang.

Hal itu terlihat para karyawan dengan semaraknya memasang lampu hias beragam warna warni disepanjang jalan lorong inplasemen perumahan teknik, administrasi, kapro, dan staf PT Mamuang hingga membuat terowongan tinggi berukuran 6 meter dari bambu kemudian dilengkapi lampu hias aneka warna.

Para karyawan PT Mamuang merupakan anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Area Celebes, secara swadaya setiap rumah memasang lampu hias dengan pantulan cahaya berbagai macam bentuknya.

Lampu-lampu hias tersebut terbuat dari limbah atau bahan bekas, dan membuat suasana pemukiman terasa meriah dengan hiasan lampu yang bisa dinikmati hingga jarak sekitar 300 meter di masing-masing emplasemen (pemukiman) perumahan.

Malam, terlihat deretan lampu hias berwarna warni disepanjang lorong perumahan teknik, administrasi, kapro, dan staf PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Administratur (ADM) PT Mamuang, Jumali, mengatakan mungkin sebagian besar dari kita memiliki banyak barang bekas yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di rumah akan segera dibuang, apabila kita perhatikan beberapa barang bekas dapat diolah dan digunakan kembali sehingga memiliki nilai fungsi dan estetika.

“Kepara karyawan khususnya perusahaan PT Mamuang, saat lomba 5K2S per-Paguyuban di bulan Juli lalu, bagaimana memanfaatkan kembali barang bekas menjadi lampu yang juga memiliki nilai estetika,” kata Jumali, Selasa (29/12/2020) malam.

Menurut dia, mulai dari memanfaatkan kembali sendok plastik bekas, botol bekas, box bekas hingga jerigen bekas menjadi lampu yang memiliki nilai estetika dan dapat digunakan untuk dekorasi di rumah, dan semoga bermanfaat untuk karyawan.

“Kegiatan pemasangan lampu hias di perumahan karyawan, terbuat dari sendok plastik ini adalah contoh sederhana bagaimana memanfaatkan kembali bahan bekas dari sendok plastik menjadi barang yang memiliki nilai tambah. Lampu ini sebenarnya dibuat untuk mengajak kita semua lebih peduli terhadap lingkungan,” tutur Jumali.

Jumali menjelaskan, di situasi pandemi Covid-19, inilah salah satunya cara karyawan menyambut tahun baru, dan tentunya tidak seperti tahun sebelumnya.

“Tapi ada berbagai cara yang perlu kita lakukan terhadap karyawan PT Mamuang ini, tujuannya guna memberikan pengawasan keamanan nyaman dan keakraban terhadap sesama karyawan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kita bisa melihat deretan sepanjang jalan lorong masuk dari Gapura Paguyuban SMS (sawit mitra selaras) penuh hiasan lampu dan bisa dinikmati hingga jarak 300 meter.

“Bahkan di deretan jalan di terowongan setinggi sekira enam meter dari bambu dilengkapi lampu hias aneka warna. Ada juga di antaranya lampu hias berbentuk seperti rumah adat Toraja, boneka salju, bunga teratai, burung blibis, serta bentuk lainnya,” sebut Jumali.

Dirinya menyatakan, hiasan lampu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan dan masyarakat sekitar. Banyak karyawan sengaja mengabadikan suasana malam berhiaskan lampu menggunakan ponsel pintarnya.

“Kegiatan ini dimanfaatkan oleh karyawan memasang lampu hias di rumah masing-masing, sehingga menambah kemeriahan dengan tetap mentaati protokol kesehatan (prokes),” ujar Jumali.

Ia juga meminta maaf kepada seluruh karyawan PT Mamuang, karena untuk tahun ini tidak melakukan kegiatan menyambut malam pergantian tahun baru karena takutnya terjadi menumpukan massal, karena sesuai instruksi dari pemerintah, maka malam pergantian tahun dilaksanakan secara sederhana.

“Termasuk selama perayaan natal, hal itu agar tidak menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak. Contohnya pesta perayaan pergantian malam tahun baru, arak-arakan, pawai dan karnaval, pesta kembang api,” ujar Jumali.

Asisten Support Teknik PT Mamuang, Sunardi mengapresiasi antusiasme karyawan menyambut tahun baru, agar karyawan secara sukarela atau swadaya mengeluarkan biaya sendiri untuk menghiasi enplasemennya masing-masing.

“Karyawan sebetulnya ingin membuat acara seperti biasanya, tapikan dalam imbauan pemerintah tidak boleh. Kami melaksanakan kegiatan menghiasi lampu hias di rumah dan halaman masing-masing ini secara terbatas dan sederhana,” imbuhnya. (Pilo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya