Monitoring dan Evaluasi Aksi Pencegahan dan Penanganan Stunting Desa Lokus di Majene

22 December 2020 00:46
Monitoring dan Evaluasi Aksi Pencegahan dan Penanganan Stunting Desa Lokus di Majene
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi aksi pencegahan serta penanganan stunting sesa lokus, dirangkai dengan pameran mini inovasi desa dalam penanganan stunting, berlangsung di gedung LPMP Sulbar Jalan Trans Sulawesi Kabupaten Majene. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Pelaksanaan monitoring dan evaluasi aksi pencegahan serta penanganan stunting sesa lokus, dirangkai dengan pameran mini inovasi desa dalam penanganan stunting, berlangsung di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat (Sulbar) Jalan Trans Sulawesi Kabupaten Majene, Senin (21/12/2020).

Hadir di gita tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Majene Lukman, Tenaga Ahli Gizi dan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Bappenas Andi Erfanji, Akademis FKM Unhas dan selaku Tim Pakar Abdul Gani Aspar, Ketua Tim Gugus Tugas dan Kepala Bappeda Majene Andi Adlina Basharoe.

Sambutan Andi Adlina Basharoe, mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini Senin 21 Desember 2020 hingga Rabu 23 Desember 2020.

“Kegiatan ini diisi juga dengan adanya pameran mini dari desa yang menjadi lokus stunting. Ini merupakan salah satu cara memotivasi desa dalam hal penanganan stunting di desa masing-masing, sehingga dapat menebar ke desa yang lainnya,” kata Adlina.

Menurut dia, hasilnya pun sudah mulai terasa dengan adanya penurunan tingkat stunting di Kabupaten Majene, dimana dalam aksi penanganan stunting mulai dari aksi satu sampai aksi delapan, dan kegiatan yang dilaksankan hari ini merupakan kolaborasi dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, dan dimotori oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Saya yakin dan percaya, para kepala desa (Kades) akan memprogramkan anggarannya di desa untuk penagananan stunting di desa pada tahun 2021. Ini adalah bentuk kecintaan kita kepada generasi emas buat anak cucu kita dimasa yang akan datang,” tutur Adlina.

Andi Arfanji menyatakan, kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah yang pertama kali dilaksnakan di Indonesia.

“Ini adalah tahun kedua dalam pelaksanaan aksi konvergensi, selama ini kita fokus pada lokus penanganan stunting,” ujar Arfanji.

Ia menjelaskan, bila Peraturan Presiden (Pepres) tentang stunting sudah di undangkan, maka semua kabaupaten/kota sudah harus melaksnakan penanganan stunting didaerah.

“Apa yang dilaksnakan oleh pemerintah kabupaten harus sinergi dengan pemerintah provinsi dalam hal penanganan stunting. Kami dari Tim Bappenas memberikan nilai yang sempurna kepada Kabupaten Majene dalam upaya penurunan prefelensi angka stunting di Kabupaten Majene,” jelas Arfanji.

Lukman ucapkan terima kasih kepada Tim Gugus dan panitia lainnya yang telah menggelar kegiatan yang luar biasa ini dalam hal penanganan stunting di Majene.

“Berbagai macam program kerja yang telah kita laksanakan dalam penangan stunting di Majene, namun hasilnya jualah yang sangat kita ingin lihat,” ucap Lukman.

Dirinya ingin ada aksi nyata dengan melihat langsung anak yang dianggap stunting di lokus atau desa stunting, agar bisa dilihat perubahan yang terjadi.

“Hal itu mulai dari perubahan pola makan, pola hidup sampai ke sanitasi, apakah adik dari anak tersebut juga terkena stunting atau tidak. Ini yang perlu kita saksikan langsung dilapangan,” terang Lukman.

Menurut Lukman, detik-detik dirinya mengakhiri periode pemerintahan Fahmi-Lukman, ia ingin melihat langsung hasil yang telah kita lakukan selama ini, karena waktu dan biaya sudah banyak yang dikeluarkan, sehingga kita perlu melihat langsung di masyarakat tentang hasil penanganan stunting tersebut.

“Alhamdulillah respon dari para kades sudah sangat luar biasa sampai saat ini. Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Tim Gugus, Bapenas, Unhas, Pimpinan OPD terkait, para Camat, Kades, Kepala Puskesmas dan semua yang terlibat pada kegiatan hari ini,” tuturnya. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya