Front Mahasiswa Nasional Purwokerto Peringati Hari HAM International, Ini Tuntutannya

12 December 2020 17:27
Front Mahasiswa Nasional Purwokerto Peringati Hari HAM International, Ini Tuntutannya
FMNP unjuk rasa peringati hari HAM International di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng. (Muhammad Husni Thamrin/Trans89.com)
.

BANYUMAS, TRANS89.COM – Sejumlah massa dari Front Mahasiswa Nasional Purwokerto (FMNP) dipimpin Omeda unjuk rasa peringati hari HAM International di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (10/12/2020).

Massa aksi membawa pamplet bertuliskan, momentum hari HAM International, #stopkriminalisasi, #bebaskankawankitaIjul. Bebaskan kawan Ijul dan korban salah tangkap lainnya.

Orasi Omeda mengtakan, pada tanggal 10 Desember 2020 diperingati sebagai Hari HAM internasional yang ke-72, dan hingga saat ini rakyat diberbagai negeri terus menjadikan momentum ini untuk melakukan aktivitas aksi dan kampanye.

“Perjuangan untuk mewujudkan keadilan, kesetaraan, demokrasi, dan kesejahteraan dari berbagai gerakan pembebasan nasional dan revolusioner diberbagai negeri, khususnya di negeri-negeri jajahan menjadi faktor utama dan deklarasi umum hak asasi manusia (HAM),” kata Omeda.

Ia menjelaskan, kondisi dan penderitaan rakyat Indonesia selama enam tahun rezim Jokowi berkuasa semakin memburuk.

“Pemenuhan hak demokratis rakyat terus dirampas melalui kebijakan secara sistematis serta tindasan yang berorientasi untuk melayani kepentingan imperalis Amerika Serikat (AS),” jelas Omeda.

Menurut dia, berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia adalah cerminan bagaimana negara memperlakukan rakyatnya yang sudah jelas terlihat posisi keberpihakkan pemerintah RI, aparat negara dan bahkan jajaran akademisi di beberapa kampus di Indonesia.

“Kami meminta hentikan segala bentuk kriminalisasi yang dilakukan negara terhadap rakyat dalam memperjuangkan hak-hak demokratisnya,” tutur Omeda.

Dirinya mengecam segala bentuk penindasan terhadap kaum perempuan serta negara menjamin kaum perempuan bebas dari kekerasan dalam memperjuangkan hak-hak demokratisnya.

“Bebaskan kawan Ijul dan korban salah tangkap lainnya, wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat, jalankan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional sebagai jalan keluar bagi rakyat Indonesia dari sistem setengah jajahan setengah feodal,” terang Omeda. (Husni/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya