Komunitas Sedulur Rembang Deklarasi di Alun-Alun, Ini Tuntutannya

06 December 2020 02:30
Komunitas Sedulur Rembang Deklarasi di Alun-Alun, Ini Tuntutannya
Komunitas Sedulur Rembang deklarasi damai berlangsung di alun-alun Jalan Jenderal Sudirman, Kutoharjo, Kabupaten Rembang, Jateng. (Arif Faisal/Trans89.com)
.

REMBANG, TRANS89.COM – Sejumlah masa dari Komunitas Sedulur Rembang (KSR) dipimpin Jowansah deklarasi damai tolak Habib Rizieq Shihab (HRS) berlangsung di alun-alun Jalan Jenderal Sudirman, Kutoharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (5/12/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, tolak Habib Rizieq Shihab datang di Rembang, saya orang rembang butuh bahasa yang ramah. Kami cinta Kyai, kami cinta Ulama, kami cinta Habib, tapi kami tidak suka orang yang suka mencaci maki. Kami orang muslim cinta damai, cinta NKRI. Kami tidak suka oknum berbau radikal. Stop kaum radikal. Kami cinta tanah air, NKRI harga mati.

Selanjutnya, kami lebih segan ulama yang santun, tolak oknum radikal di Rembang. Kami sedulur Rembang mencintai tanah air, Islam Rahmatan Lil’alamin. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Tolong ajarkan kami bahasa yang santun, tolong ajarkan anak cucu kami dengan bahasa yang santun, jangan coba-coba mengganggu persatuan NKRI.

Pernyataan sikap disampaikan Jowansah, mengatakan kami menghimbau dalam melaksanakan orasi harus santun dan menghargai masyarakat lain serta tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami masyarakat Rembang mencintai Habib dan Kyai, namun kami tidak menyukai ulama dengan bahasa yang kasar, benci dan caci maki,” kata Jowansah.

Ia menyatakan, kami mencintai ulama yang sopan dan berbahasa ramah dan santun, kami masyarakat Rembang mencintai tanah air, jangan pernah mengganggu NKRI.

“Ajarkan kami dengan bahasa yang santun, jangan ajarkan kami bahasa caci maki, kebencian dan kasar,” ujar Jowansah.

Jowansah menyebutkan, kami tidak menghendaki kehadiran HRS datang di Kabupaten Rembang, KSR menginginkan kehidupan yang damai, aman, tentram, rukun dan bersahabat.

“Kami cinta Kyai, Ulama, Habib, ustadz dan kami cinta Sedulur masyarakat Rembang yang selalu menghargai sesama. HRS bukan Imam Besar, karena tidak bisa sebagai panutan umat. Sedulur Rembang menolak keras apabila Muhammad Rizieq Shihab datang ke Kabupaten Rembang,” sebutnya.

Himbauan Kabagops Polres Rembang, Kompol Kelik Budi Antara, menyampaikan demi kebaikan bersama, dalam situasi pandemi Covid-19, kami mengimbau untuk bersama menjaga kamtibmas, dan jangan sampai kegiatan orasi ini menimbulkan kluster baru di Rembang serta tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Kami sudah mendengar dan mencatat aspirasi SKR hari ini, dan mengimbau untuk kegiatan orasi ini cukup dan jangan terlalu lama dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19,” imbaunya. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya