Ini Tuntutan Pasopati Aksi di Kota Surabaya

06 December 2020 02:44
Ini Tuntutan Pasopati Aksi di Kota Surabaya
Pasopati unjuk rasa tolak depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jatim. (Awin D/Trans89.com)
.

SURABAYA, TRANS89.COM – Massa dari Pasukan Soerabaya Peduli Akan Keutuhan Indonesia (Pasopati) dipimpin Yanto Ireng unjuk rasa tolak rencana safari Habib Rizieq Shihab (HRS) ke wilayah Jawa Timur (Jatim), berlangsung depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (5/12/2020).

Orasi Yanto Ireng mengatakan, pasca kepulangan HRS dari Arab Saudi telah menimbulkan kegaduhan baru, terlebih adanya produksi narasi-narasi kebencian, ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan negara, jelas mengancam usaha-usaha penyatuan bangsa.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, siapapun tidak boleh melakukan hujatan dan ujaran kebencian, tidak boleh menghina siapapun termasuk orang kafir. Oleh karena itu, Pasopati rela berpanas-panasan untuk tetap menjaga Surabaya dalam situasi aman dan damai,” kata Yanto.

Menurut dia, adanya penggunaan media sosial (medsos) sehingga narasi-narasi itu cepat tersebar dan menjadi konsumsi siapa saja, tidak peduli umur, jenis kelamin, agama, suku dan ras, karenanya pembelahan bangsa akibat dua kali pemilihan presiden (pilpres) pelan tapi pasti kembali mengental.

“Kita akan lawan siapapun yang melakukan provokasi dan menolak kelompok-kelompok intoleran. Warga Surabaya akan melawan jika ada yang melakukan provokasi yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah terjaga dengan baik di Kota Surabaya,” tutur Yanto.

Ia menyebutkan, warga Surabaya harus menjaga Kota Surabaya tetap aman dan damai, apalagi pada tanggal 9 Desember 2020 akan menggelar pemilihan walikota (pilwali), kita harus mendukung agar pilwali Surabaya berjalan dengan aman dan damai.

“Esensi demokrasi yang menghargai perbedaan lebih terlihat menjadi membela pendapatnya, kelompoknya dan golongannya. Terlebih adanya klaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, nabinya umat mayoritas di Indonesia telah mengaduk-aduk iman dan hati umat Islam,” sebut Yanto.

Dirinya menyatakan, dibutuhkan pemberian pemahaman kepada seluruh umat Islam Indonesia bahwa Islam memang lahir di Arab, bukan berarti semua orang Arab itu memahami Islam dan keturunan nabi Muhammad SAW.

“Tidak menutup kemungkinan ada orang Arab yang keturunan Abu Lahab dan Abu Jahal. Pasukan Soerabaya Peduli Akan Keutuhan Indonesia (Pasopati) yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi khususnya yang ada di Surabaya dan Jatim pada umumnya,” ujar Yanto.

Lanjut Yanto, warga Kota Surabaya jangan sampai terpecah belah dan terprovokasi olek kelompok-kelompok yang menginginkan Kota Surabaya tidak aman dan damai, warga Kota Surabaya tidak menginginkan adanya kerusuhan dan adanya gerakan intoleran yang menimbulkan perpecahan.

“Siapapun tidak boleh melakukan provokasi dengan mengatasnamakan agama atau apapun, siapapun harus kita lawan. Aksi yang dilakukan oleh PasopatI adalah murni dilakukan oleh masyarakat Surabaya yang peduli untuk Surabaya aman dan damai,” tambahnya. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya