Pemkab Pasangkayu Susun Rancangan Awal Teknokratik RPJMD 2022-2027, Firman: Diharapkan OPD Masukan Data Valid

05 December 2020 14:00
Pemkab Pasangkayu Susun Rancangan Awal Teknokratik RPJMD 2022-2027, Firman: Diharapkan OPD Masukan Data Valid
Pemkab Pasangkayu mulai menyusun rancangan awal teknokratik RPJMD 2022-2027 dibuka Sekda Kabupaten Pasangkayum Firman di kantor Bappeda Litbang Jalan Abd Muis, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Dok. Dinas Kominfopers Pasangkayu)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu mulai menyusun rancangan awal teknokratik rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2022-2027, dimana ini merupakan tahap akhir dari rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2005-2025.

Kegiatan penyusunan rancangan awal teknokratik dibuka Sekda Kabupaten Pasangkayum Firman yang didamping Kepala Bappeda Litbang Abidin, dihadiri sejumlah kepala dan perwakilan OPD berlangsung di kantor Bappeda Litbang Jalan Abd Muis, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (4/12/2020).

Firman mengatakan, penyusunan dokumen teknoratik RPJMD 2022-2027 disusun secara paralel dengan dokumen kajian lingkungan hidup (LH) dan isu strategis daerah.

“Dalam penyusunan dokumen teknoratik tetap memperhatikan isu global, isu nasional dan isu regional,” kata Firman.

Menurut dia, dalam isu global, misalnya adanya situasi pandemi Covid-19, sementara di isu nasional, terkait pemindahan ibu kota negara (IKN) baru, proyek Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, kemudian pada isu regional, rencana pembenahan jalur trans Sulawesi Makassar-Manado.

“Selain terkait isu stragesis global, nasional dan regional, ada beberapa permasalahan daerah yang mesti menjadi bahan masukan dalam penyusunan dokumen teknoratik ini,” tutur Firman.

Ia menjelaskan, permasalahan daerah seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan struktur perekonomian daerah, pemerataan pembangunan wilayah, pemanfaatan ruang dan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta penyelenggaraan pemerintahan yang inklusif.

“Terkait peningkatan SDM, ada beberapa hal bisa dilakukan, seperti pengendalian penduduk dan penguatan tata kelola kependudukan, jaring pengaman sosial, pemenuhan layanan dasar, peningkatan kualitas anak dan pemuda, pengentasan kemiskinan,serta peningkatan produktifitas daya saing,” jelas Firman.

Dirinya menyatakan, untuk penguatan struktur perekonimian daerah, beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni tata kelola sumber daya ekonomi yang efektif, pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan, melakukan trasnformasi revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital, serta optimalisasi transformasi struktural.

“Terkait akselerasi pemerataan pembangunan wilayah, berkutat pada wilayah penyediaan akses perumahan dan pemukiman yang layak, penyediaan akses air minum dan sanitasi, ketahanan infrastruktur kebencanaan, penyediaan dan modernisasi irigasi, pemantapan infrastruktur darat dan laut, penyediaan ketenagaan listrikan, serta penguatan infrastruktur dan teknologi informasi komunikasi,” ujar Firman.

Firman menyampaikan, untuk ruang dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, dengan dilakukannya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan peningkatan upaya ketahanan bencana.

“Terakhir masalah tata pemerintahan yang bermartabat, strateginya yakni peningkatan mental spritual serta reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah,” paparnya.

Lanjut Firman beharap semua organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memberikan masukan terhadap penyusunan dokumen teknokratik ini.

“Diharapkan OPD memasukan data yang valid untuk semakin memperkaya penyusunan dokumen dan supaya kebijakan yang dibuat kedepan tepat sasaran,” pungkasnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya