Perkumpulan Pengusaha Lokal di Tuban Aksi di Kantor PT Solusi Bangun Indonesia, Ini Tuntutannya

03 December 2020 00:30
Perkumpulan Pengusaha Lokal di Tuban Aksi di Kantor PT Solusi Bangun Indonesia, Ini Tuntutannya
Perkumpulan pengusaha lokal unjuk rasa di kantor PT Solusi Bangun Indonesia di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)
.

TUBAN, TRANS89.COM – Masyarakat Desa Merkawang, Glondongede, Sawir Kecamatan Tambakboyo, Desa Karangasem Kecaman Jenu dan Desa Mliwang Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam perkumpulan pengusaha lokal dipimpin Amir Rahman unjuk rasa di kantor PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), Rabu (2/12/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, kami tolak CSMS pembelian scrab.

Orasi Amir Rahman mengatakan, kami tolak Contractor Safety Management Syste (CSMS) pembelian scrab, jangan sampai warga ring 1 cuma jadi penonton.

“Peraturan pembelian scrab kepada warga ring 1 menolak dengan CSMS, dengan ini adalah langkah kita ke 9 kalinya, pengusaha ring 1 menolak keras dengan peraturan CSMS,” kata Amir.

Menurut dia, kami akan selalu laksanakan aksi sampai ada kesepakatan, karena PT SBI tidak masuk akal dengan adanya peraturan seperti ini dan ada dugaan lain, kami akan menuntut setiap bulan dan kita akan melaksanakan aksi sampai adanya kesepakatan.

“PT SBI tidak masuk akal, tolong warga ring 1 di berikan kesempatan dan Manager PT SBI bisa menemui kita. Pengusaha ring 1, mari kita tolak peraturan yang tidak benar PT SBI, kalau menjual besi tolong diperhatikan pengusaha lokal,” tutur Amir.

Ia menuntut tolak penerapan CSMS untuk pembelian besi scrab di PT SBI.

“Menolak penerapan persyaratan kalsifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KLBI), adanya scrab yang ada di pelabuhan jetty PT SBI,” tegas Amir.

Perwakilan massa aksi menuju ruang rapat PT SBI untuk dilanjutkan mediasi dihadiri Menejer PT SBI Prayogi Darma dan Edy S, Kasat Sabhara Polres Tuban AKP Chakim Amrulah, Kapolsek Tambakboyo Iptu Darmono, Babinsa Jenu Pelda Joko.

Penyampaian AKP Chakim Amrulah mengatakan, tuntutan masyarakat sebenarnya tidak terlalu sulit, dan untuk mencari pekerjaan yang seadanya bekerja harus melibatkan warga lokal, dan ini perlu diperhatikan PT SBI untuk mengambil langkah yang terbaik.

“Warga menuntut pekerjaan dan harus bersabar, pasti perusahaan juga sudah memikirkan. Permasalahan pasti bisa di selesaikan dengan baik karena untuk kepentingan bersama, yang dilaksanakan aksi ini tidak ada ijin cuma pemberitahuan,” katanya.

Perwakilan massa aksi, Amir Rahman menyatakan, kalau ada informasi yang jelas supaya nantinya akan kita sampaikan dengan pengusaha ring 1, yang namanya beli scrab.

“Maka dari pengusaha ring 1 kita akan komunikasi meminta CSMS dan tidak ada titik temu. Maka dari itu warga ring 1 menolak CSMS. Bagaimana caranya ini CV dan PT (perusahaan) khususnya warga ring 1 perlu di perhatikan, jangan dilimpahkan ke pengusaha luar,” ujar Amir.

Prayogi Darma menyampikan, CSMS tahun ini belum ada penjualannya, nanti kalau ada pelelangan pasti pihak PT SBI akan memberitahu ke pengusaha lokal.

“Kalau memang nanti pasti ada penjualan, maka akan diberikan kesempatan untuk pengusaha lokal dan PT SBI selalu terbuka untuk ring 1,” paparnya.

Menurut dia, perusahaan nanti akan memanggil perwakilan warga ring 1, dan perusahaan juga mempunyai peraturan di antara pengusaha lokal

“Semua pasti ada pesaing, nanti kita akan memberitahu dengan GM dan saya belum bisa memberikan keputusan,” tutur Prayogi.

Acmad Rochim mohon dari pihak perusahaan warga ring 1 meminta kebijakan dengan PT SBI.

“PT SBI harus memberikan informasi yang jelas dan memberikan titik temu dengan warga ring 1. Tujuan saya untuk lelang berikutnya diberikan dengan warga ring 1,” terangnya. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya