Letkol Novyaldi : Pengetahuan Tentang Pencegahan Narkoba.

Puluhan Personil Kodim 1427 Pasangkayu Ikuti Penyuluhan P4GN

01 December 2020 13:49
Puluhan Personil Kodim 1427 Pasangkayu Ikuti Penyuluhan P4GN
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Sebagai personil garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan Narkotika, harus memiliki pengetahuan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Untuk itu, puluhan personil Kodim 1427 Pasangkayu mengikuti penyuluhan P4G, Triwulan ke-IV tahun 2020 dipimpin langsung Dandim Letkol Inf Novyaldi, digelar di Makodim Jalan Dewi Sartika Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (01/12/2020)

Dalam sambutannya, Novyaldi menyampaikan, personil TNI sebagai garda terdepan dalam bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan Narkoba, harus memiliki pengetahuan P4GN tentang pencegahan Narkoba, di wilayah Sulbar khususya di Kabupaten Pasangkayu ini sendiri.

Menurutnya, penyuluhan P4GN di internal Kodim 1427 Pasangkayu ini merupakan kegiatan rutin, sebagai sebagai bentuk
kepedulian seluruh prajurit membasmi penyalahgunaan dan penyebaran Narkoba.

“Giat rutin ini adalah sebagai bentuk kepedulian kita sebagai personil TNI di wilayah Pasangkayu yang merupakan wilayah perbatasan Propinsi, bagaimana bersama-sama pihak lainnya melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba,” kata Novialdi.

Ia berharap, pada kesempatan ini kepada seluruh personil untuk bisa lebih menyikapi dengan serius pembahasan dan konsultasi hukum terkait P4GN, Sebagaimana bahwa TNI dan Polri sebagai garda terdepan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika.

“Pada dasarnya, pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Pasangakayu bukan hanya tanggungjawab BNN, TNI dan Polri saja, tetapi tanggungjawab kita semua, termasuk stakeholder di pemerintah serta seluruh elemen masyarakat,” tutur Novyaldi.

Staf P2M Titi Wardinidan dalam materinya menjelaskan, untuk orang yang mengkonsumsi obat terlarang tersebut bisa ditandai dengan mata merah dan menjadi bengong, bahkan jadi bodoh.

“Dan itu bisa kita lihat pada sebahagia siswa siswi pecandu seperti pil anjing,” ucapnya.

Lebih jelas titik, bersama bergulirnya waktu, narkoba pun bertambah jenisnya. Heroin harganya tidak terjangkau dan itu khusus masyarakat menengah keatas, dan Morfin termasuk jenis narkoba yang bisa menghilangkan nyawa.

“Nah, kalau sudah memakai narkoba jenis ini berarti sudah mendaftarkan namanya pada malaikat pencabut nyawa. Karena jika kita sudah sekali memakainya pasti akan kecanduan. Penggunaan juga dengan memakai jarum suntik ini secara bergantian yang akan berisiko terkena HIV,” jelas Titi.

Untuk pemakai jenis shabu, lebih lanjut Titi, bisa dicirikan dengan tulang pipi menonjol, dibawah kelopak mata berwarna hitam dan selalu menggertakkan gigi atau seperti orang yang kepedasan habis makan sambel.

Adapun perbedaan pada dampak pecandu shabu, dengan ganja. Pemakai ganja lebih rakus alias makan melulu bawaannya lapar terus, mata merah dan ketawa terus. Kalau shabu biasa pencandu jadi pemurung.

“Itulah beberapa jenis narkoba yang saya tau, yang memang meresahkan keluarga, apapun jenis narkobanya, akan berdampak buruk bagi si pecandu yang akan berhalusinasi atau sibuk dengan khayalannya,” urai Titi.

Selain personil Kodim, juga hadir dalam Penyuluhan P4GN, Kasdim Mayor Inf Andi Ismail, Pasi Log Dim Kapten Inf Muh Bakri, Pasi Ter Dim Kapten Inf Hasan, Pasi Pers Dim Lettu Inf Abdul Malik, Danramil 02 Rondomayang Kapten Inf Ismail, Danramil 03 Bambaloka Kapten Inf Bongga Pailyn. (Ocha/Ndi).

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya