Penutupan Kader Bela Negara di Kutai Kartanegara

30 November 2020 00:56
Penutupan Kader Bela Negara di Kutai Kartanegara
Penutupan acara peningkatan kader bela negara tahun 2020 yang diselenggarakan Pemkab Kukar di Hotel Grand Elty Jalan Pahlawan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kaltim. (Adam Patonangi/Trans89.com)
.

KUTAI KARTANEGARA, TRANS89.COM – Penutupan acara peningkatan kader bela negara tahun 2020 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartenagara (Kukar) di Hotel Grand Elty Jalan Pahlawan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (28/11/2020).

Hadir di giata tersebut, Staf Ahli Bupati Kukar Wicaksono Subagio, mewakili Dandim 0906 Tenggarong Kapten Inf Priyatno, Pasi Ops Kodim 0906 Tenggarong Kapten Arm Patar Silalahi, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kukar Rinda Desianti, Kepala Bidang Idiologi Badan Kesbangpol Kukar Zulkipli, Kasubid Ideologi dan Kewaspadaan Kebangsaan Kebangpol Abdul Haris.

Sambutan Wicaksono Subagio mengatakan, teknologi yang semakin memudahkan kita untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber, bahkan hanya dengan menggunakan telepon pintar atau smartphone yang semakin canggih kita bisa memperoleh informasi dengan mudah tanpa adanya saingan melalui media sosial (medsos) dengan mudahnya kita di adu domba ujaran kebencian dan hoax yang bernuansa sara.

“Hal itu memunculkan konflik antar suku, antar agama maupun konflik yang dilatar belakangi permasalahan tanah adat serta kesempatan bekerja dan lain sebagainya,” kata Wicaksono.

Menurut dia, ancaman nyata yang setiap saat ini akan bisa terjadi dan sulit untuk diprediksi saat ini, yaitu terorisme dan radikalisme, munculnya paham-paham yang berkeinginan untuk mengganti ideologi Pancasila melalui cyber dan spionase serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Ini semua adalah salah satu bentuk kelemahan suatu bangsa yang saat ini dinamakan proxy war yang ujungnya menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara menjadi ancaman yang kompleks dan multi dimensional,” tutur Wicaksono.

Ia menjelaskan, untuk menghadapi ancaman yang semakin beragam, Indonesia perlu menata kembali kekuatan pertahanan upaya pembelaan negara tidak bisa hanya dipahami berdasarkan spektrum ancaman militer dimensi pertahanan dan kemanan (hankam) saja.

“Jadi perlu spektrum, ancaman sudah semakin multi dimensi mencakup aspek demografi, geografi, sumber daya alam (SDA), ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, teknologi, pertahanan keamanan dan lain-lain,” jelas Wicaksono.

Dirinya menyebutkan, satu sama lain saling tidak berdiri sendiri, pembangunan di seluruh sektor semakin memantapkan ketahanan nasional kita sebagai manifestasi dan aksi bela negara.

“Sebagai contoh, Dinas Pendidikan dengan pembangunan fisik sekolah dengan tujuan membuka akses mobilitas untuk warga yang wajib belajar, inilah bentuk dari aksi bela negara. Dinas Pekerjaan Umum dengan membangun jalan jembatan untuk membuka daerah-daerah yang terisolir, ini adalah bentuk dari aksi bela negara,” sebut Wicaksono.

Lanjut Wicaksono, kesehatan dan rumah sakit memberikan program penyuluhan kesehatan serta memudahkan pelayanan dasar kesehatan adalah bentuk dari aksi bela negara.

“Kegiatan hari ini adalah upaya pemerintah daerah dalam peningkatan kesadaran bela negara, kegiatan ini membangun minset generasi muda dalam lebih cinta tanah air, membangun kesadaran dalam berbangsa bernegara, berwawasan berbangsa untuk mewujudkan pertahanan dan ketahanan nasional,” katanya.

Wicaksono menyatakan, kami ucapkan selamat kepada para peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan peningkatan bela negara dan wawasan kebangsaan.

“Pemkab Kukar berharap para peserta menjadi kader bela negara, menjadi agen-agen perekat kembali persatuan negara, kader bela negara dapat membantu Pemkab Kukar untuk mewujudkan keamanan di lingkungan masing-masing,” ujar Wicaksono. (Adam/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya