Pemerintah Kutuk Keras dan Buru Pelaku Pembantaian Sigi, Mahfud: Masyarakat Agar Tidak Terprovokasi

30 November 2020 01:19
Pemerintah Kutuk Keras dan Buru Pelaku Pembantaian Sigi, Mahfud: Masyarakat Agar Tidak Terprovokasi
Pemerintah melalui Menko Polhukam, Mahfud MD mengutuk keras dan mengejar pelaku pembantaian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Dok. Kemenko Polhukam)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengutuk keras dan mengejar pelaku pembantaian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pemerintah juga menyatakan duka yang mendalam kepara korban dan keluarganya atas kejadian tersebut.

“Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melaui tim atau Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap suatu kelurga yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang di Sigi,” kata Mahfud melalui keterangan persnya di Jakarta, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya.

“Pemerintah sesuai perintah presiden telah melakukan langkah-langkah, melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku,” tutur Mahfud.

Ia menyatakan, pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengejaran.

“Tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap-tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku,” ujar Mahfud.

Adapun pelaku pembantaian tersebut, menurut pemerintah adalah sisa-sisa kelompok Santoso atau biasa dikenal Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Memang pelakunya adalah MIT. Kelompok MIT ini adalah sisa sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi, dan operasi Tinombala atau Satgas Tinombala sedang mengejar sekarang,” terang Mahfud.

Atas peristiwa ini, pemerintah berharap, para pimpinan umat beragama khususnya di Sulawesi Tengah, tetap jalin silaturrahim agar masyarakt tidak terprovokasi isu-isu sara.

“Saya menegaskan, sejatinya agama apapun hadir untuk membangun perdamaian. Saya imbau masyarakat agar tidak terprovokasi,” harap Mahud.

Mahfud juga berharap kepada seluruh pimpinan umat beragama di Sulawesi Tengah terus melakukan silaturahim, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu sara.

“Sebenarnya yang terjadi bukan disebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tidak rutin menjadi tempat pelayanan umat. Tetapi pelakunya memang MIT. Demikian sikap pemerintah, nanti setiap perkembangannya akan diinformasikan,” imbuh Mahfud. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya