Kementan Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi

30 November 2020 01:06
Kementan Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi
Kantor Pusat Kementerian Pertanian yang berlokasi di Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Dok. Kementan RI)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – “Dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) dapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas capaian kinerjanya, dan bahkan menorehkan penghargaan yang membanggakan,” kata Pelaksanatugas (Plt) Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan, Bambang melalui keterang persnya di Jakarta, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, kinerja Kementan meningkat pesat dan berhasil memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun penyerapan tenaga kerja.

“Dalam hal pengadaan barang dan jasa, telah memberikan assurance dan consulting (jaminan dan konsultasi) secara independen dan obyektif melalui reviu serta konsultasi,” tutur Bambang.

Ia menjelaskan, hal itu sehingga unit Eselon I sebagai pengelola program dapat melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan transparan.

“Lembaga kebijakan pengadaan barang jasa pemerintah (LKPP) berikan penghargaan terhadap proses pengadaan barang dan jasa paling transparan,” jelas Dambang.

Selain itu, kata Bambang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) secara khusus juga telah mengakui sistem Iqfast yang digunakan Badan Karantina Pertanian sebagai 45 inovasi pelayanan publik terbaik 2020 di Indonesia.

“Kementan dibawah komando Pak Mentan Syarul Yasin Limpo (SYL) terus melakukan penataan dan inovasi, agar proses-proses kegiatan kian transparan, akuntabel dan mudah diakses publik,” katanya.

Ia menyatakan, arahan menteri sangat tegas bekerja sesuai target, sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan jangan ada yang korupsi, bekerja tulus meningkatkan kesejahteraan petani untuk wujudkan Indonesia maju.

“Terobosan Mentan untuk melakukan digitalisasi dan modernisasi pertanian, dilakukan secara bertahap dan dimulai dari kantor pusat Kementan,” ujar Bambang.

Dirinya menyuampaikan, terbangunnya agriculture war room (AWR) perlahan menjadi bagian solusi pertanian kita di masa depan.

“Semua data pertanian terkoneksi dan akan memudahkan monitoring kegiatan. Kamipun mendapat keuntungan dapat melaksanakan tugas lebih efektif sebagai pengendali internal,” papar Bambang.

Terkait tuduhan beberapa pihak belakangan ini, kami menyampaikan terimakasih kepada segenap elemen masyarakat yang telah menyampaikan masukan dan kritikan, karena menjadi bahan untuk segera diklarifikasi dan ditindaklanjuti.

“Saya mencontohkan adanya aduan masyarakat 2 minggu terakhir ini langsung menugaskan kepada Inspektur terkait, sesegera mungkin menurunkan audit, dan ternyata semua proses pengadaan yang dituduhkan tidak benar,” terang Bambang.

Bambang menegaskan, audit itu menemukan proses pengadaan barang dan jasa yang telah melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sesuai ketentuan.

“Kami selalu merespon cepat setiap ada informasi masyarakat. Memitigasi resiko dan pengawasan internal terus dilakukan sejak perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.

Memperkuat transparansi dan keterbukaan

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan, Kementan terus berinovasi, bahkan yang terakhir Komisi Informasi Pusat (KIP) menilai sebagai Kementerian paling informatif di Indonesia, dengan skor nyaris sempurna 97,99.

“Keterbukaan informasi, transparansi, dan penyempurnaan sistem layanan publik menjadi keharusan. Tekad Mentan SYL menjadikan pertanian yang kian maju, mandiri dan modern telah dimulai dari ruang pelayanan publik. Dipastikan kita makin baik dalam melayani,” tutur Kuntoro.

Dirinya mengemukakan, penghargaan keterbukaan informasi ini juga melengkapi capaian bidang kehumasan Kementan, yang sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menetapkan Kementan sebagai kementerian terbaik dalam mengelola informasi dan komunikasi publik.

“Ketetapan tersebut melalui serangkaian proses penelitian oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi Komunikasi Publik (Puslitbang Aptika dan IKP Kominfo) selama tahun 2019,” ungkap Kontoro.

Lanjut Kuntoro, tantangan sektor pertanian saat ini begitu kuat, namun Mentan SYL mampu menunjukkan ketangguhan ketahanan pangan di tengah suasana pendemi. Sektor pertanian tidak terganggu bahkan paling baik dari sektor lain.

“Sejauh ini SYL berhasil menghidupkan kembali program-program strategis yang memperkuat sendi pertanian nasional seperti infrastruktur pertanian, KUR, dan mekanisasi pertanian,” pungkasnya. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya