Menko PMK Kunker Untuk Pastikan Perlindungan Sosial Tersalur Sampai Wilayah Perbatasan

26 November 2020 01:02
Menko PMK Kunker Untuk Pastikan Perlindungan Sosial Tersalur Sampai Wilayah Perbatasan
Menko PMK, Muhadjir Effendy berkunjung ke wilayah terdepan Indonesia melihat langsung penyaluran bantuan sosial pemerintah di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. (Humas Kemenko PMK)
.

JAYAPURA, TRANS89.COM – Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat program perlindungan sosial hingga wilayah terdepan negara Indonesia tak luput dari perhatian pemerintah, seperti di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Kampung Skouw Sae merupakan gerbang terdepan Indonesia yang terletak di dalamnya pos lintas batas negara (PLBN) Republik Indonesia (RI) dengan Papua Nugini (PNG).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy berkunjung ke wilayah terdepan itu.

Kunjungan Menko PMK di Provinsi Papua merupakan rangkaian kunjungan kerja (kunker) dalam rangka memastikan berbagai program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah sampai dan berjalan dengan baik ke masyarakat hingga wilayah terdepan Indonesia.

“Alhamdulillah, saya menyaksikan pelaksanaan bantuan sosial (bansos) sudah berjalan dengan baik,” kata Muhadjir melalui siaran pers Kemenko PMK, Rabu (25/11/2020).

Ia menyatakan, mudah-mudahan semua program jaring pengaman sosial terus berlanjut dan pelaksanaannya berjalan dengan baik.

“Masyarakat di wilayah perbatasan Skouw telah menerima berbagai program perlindungan sosial dari pemerintah,” ujar Muhadjir.

Menurut dia, bantuan pemerintah pusat mulai dari bantuan sembako melalui program bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan sosial tunai (BST).

“Penyaluran perlindungan sosial sampai ke wilayah terdepan Indonesia sejalan dengan instruksi Presiden (Inpres) Joko Widodo,” tutur Muhadjir.

Dirinya menyebutkan, Provinsi Papua memiliki kondisi geografis yang unik, sehingga pola pemberian bantuan dari pemerintah cukup berbeda dengan wilayah lain.

“Karena itu, tidak semua bantuan bisa disalurkan secara biasa, tetapi jika ada hambatan seperti mekanisme penyaluran, harus dilakukan secara luar biasa atau extraordinary supaya bisa disalurkan,” sebut Muhadjir.

Muahdjir mencontohkan program sembako, kalau di tempat lain cukup menggunakan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang butuh infrastruktur sinyal untuk alat bayarnya, tetapi di Papua sebagian besar kabupaten/kota wilayahnya tidak didukung sinyal yang kuat bahkan blank spot.

“Oleh sebab itu, upaya optimalisasi guna memastikan bantuan sampai di tangan keluarga penerima manfaat (KPM) dilakukan dengan menerapkan mekanisme alternatif, yakni PT Pos mengantarkan bantuan ke KPM,” uujarnya.

Ia meminta kepada pihak terkait dan pihak pemerintah daerah untuk ikut mengawal dan membantu penyaluran bantuan sosial agar sampai dan tepat sasaran.

“Saya mohon dukungan semua pihak khususnya dari TNI/Polri untuk ikut membantu mengawal tenaga penyalur bantuan-bantuan ini supaya aman, lancar penyalurannya dan betul-betul sampai di tangan KPM. Pihak TNI/Polri juga saya minta untuk membantu memastikan ketepatan sasaran penerima,” pinta Muhadjir.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK mewakili pemerintah pusat menyerahkan secara simbolis bantuan dan jaminan sosial dari kementerian dan lembaga terkait.

Seperti bansos program sembako, PKH, BST dari Kemensos, bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR, bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dari Kemenkop UKM, Bantuan KUR dari BNI, bantuan masker dari BNPB, bantuan susu pertumbuhan dan permainan penunjang pengetahuan untuk anak-anak dari KPPA.

Selain itu, Kemko PMK juga menyerahkan secara simbolis berbagai program jaminan sosial yaitu jamsos untuk tenaga pekerja informal dan klaim jamsos ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan serta penambahan kuota penerima bantuan iuran kesehatan dari BPJS Kesehatan.

Dalam rangkaian kunjungannya di Kampung Skouw Sae, Menko PMK berkesempatan berkunjung ke E-Warong Aisyah Kampung Skow Sae yang melayani 120 KPM.

Menko PMK berinteraksi dengea KPM program sembako (BPNT) yang tengah melakukan transaksi pengambilan bantuan sembako. Menko PMK juga singgah sejenak melihat PLBN Skouw Sae. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya