Dukung Cadangan Pangan Nasional, Kemenhan Buka Lahan Perkebunan Tanaman Singkong di Gunung Mas

26 November 2020 00:59
Dukung Cadangan Pangan Nasional, Kemenhan Buka Lahan Perkebunan Tanaman Singkong di Gunung Mas
Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono bersama rombongan lakukan peninjauan pembukaan lahan perkebunan tanaman singkong untuk mendukung program cadangan pangan strategis nasional di wilayah Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalteng. (Humas Kemenhan RI)
.

GUNUNG MAS, TRANS89.COM – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono lakukan peninjauan pembukaan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan dijadikan perkebunan tanaman singkong untuk mendukung program cadangan pangan strategis nasional.

Wamenhan didampingi Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana secara langsung meninjau lahan yang tepatnya terletak di wilayah Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalteng.

Nampak hadir Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto serta perwakilan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas.

Selaim itu, hadir pula beberapa pejabat Kemenhan yakni Marsda TNI Yusuf Jauhari, Ses Baranahan Kemenhan Brigjen TNI Marrahmat, Kapuskon Baranahan Kemenhan Brigjen TNI Hari Soebagijo, Dirfasjas Ditjen Kuathan Kemenhan Brigjen TNI Totok Sugiharto.

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, program cadangan pangan merupakan bagian dari program strategis nasional, untuk itu semua pihak diharapkan menjaga dan mendukung program nasional ini.

“Saya berharap semua pihak mampu menjaga dan menyukseskan program. Misi dan visi besar dari Presiden Joko Widodo membangun cadangan pangan untuk kepentingan nasional kedepan,” kata Sakti melalui siaran pers Kemenhan di terima Redaksi, Rabu (25/11/2020).

Disisi lain, kata dia, program ini juga bertujuan untuk membangun atau menaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar, dimana kebun singkong akan dibangun, karena yang dibangun bukan hanya kebunnya saja, tetapi juga turunannya sampai dengan industrinya.

“Saya meminta kepada tim untuk melakukan perhitungan awal dimulai dari situasi sekarang seperti apa pertumbuhan ekonominya, kemudian selanjutnya dalam tiga atau empat tahun mendatang seperti apa keadaan ekonomi di Gunung Mas ini,” kata Sakti.

Menurut dia, pembangunan kebun singkong di Kabupaten Gunung Mas ini akan menjadi suatu model percontohan bagi pembangunan kebun-kebun singkong di kabupaten lainnya seluruh Indonesia.

“Alasan kenapa singkong dipilih sebagai cadangan pangan, karena singkong relatif lebih mudah di dalam pengembangan dan memiliki banyak sekali produk turunannya,” tutur Sakti.

Ia menjelaskan, tanaman singkong memiliki banyak kelebihan, selain dapat untuk mengurangi ketergantungan Indonesia dalam impor gandum.

“Selain itu, juga dapat digunakan untuk bahan baku farmasi, dimana saat ini Indonesia kurang lebih sekitar 96% mengimpor bahan baku farmasi,” jelas Sakti.

Sedangkan Ketua Tim Lapangan Penyiapan Lahan Perkebunan Singkong, Kolonel Dwi Haryono menyatakan penyiapan perkebunan singkong di Kabupaten Gunung Mas diawali dengan pengerjaan land clearing (pembukaan lahan) yang telah dimulai sejak tanggal 14 November 2020.

“Dari target pembukaan lahan seluas 637 hektar (ha) untuk lahan perkebunan singkong, sampai dengan Minggu kedua sudah tercapai 13,8%. Pekerjaan tersebut meliputi pembukaan akses jalan, pembukaan main road dan pekerjaan galian drainase. Selain itu pembangunan barak dan kantor,” demikian Dwi. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya