KPU Mamuju Tengah Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Ditengah Pandemi Covid-19

23 November 2020 02:45
KPU Mamuju Tengah Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Ditengah Pandemi Covid-19
KPU Mateng gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 berlansgung di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, Sulbar. (Damone/Trans89.com)
.

MAMUJU TENGAH, TRANS89.COM – KPU Mamuju Tengah (Mateng) gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sirekap di tingkat TPS dalam pemilih, simulasi pemungutan dan penghitungan suara di pilkada serentak tahun 2020.

Simulasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 berlansgung di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (21/11/2020).

Sambutan Komisioner KPU Sulbar, Sukmawati Dg Sila, mengatakan tinggal beberapa hari lagi menjadi momentum penting menentukan nasib daerah kedepan kususnya di Kabupaten Mateng.

“Pilkada kali ini tidak lazim karena adanya pendemi corona, sehingga kami laksanakan dengan protokol kesehatan guna membatasi penyebaran Covid-19 pada saat melakukan pemilihan,” kata Sukma.

Menurut dia, pada pemilihan tahun lalu tata cara untuk pemberian tanda yang sudah melakukan pemilihan dengan cara jari di celupkan kedalam tempat tinta.

“Namun pemilihan kali ini jari hanya di teteskan dengan tinta oleh petugas TPS,” tutur Sukma.

Sementara Ketua KPU Mateng, Nasrul Muhayyang, menyatakan kegiatan ini ada dua yang sangat penting yang akan kami sampaikan dalam kegiatan simulasi ini, yaitu dimasa pandemi pemilihan tetap berjalan, peserta pemilih tidak perlu takut untuk datang ke TPS.

“Selama menjalankan protokol kesehatan dan salah satunya dengan menyediakan tempat pemilih khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37.3 derajat celsius, hal ini bukan berarti pemilih tersebut orang yang positif corona, namun sudah disiapkan bilik khusus oleh petugas TPS,” ujar Nasrul.

Ia menjelaskan, setiap peserta pemilih sebelum melakukan pemilihan akan melakukan cuci tangan, di ukur suhunya, menyerahkan surat undangan, mendapatkan sarung tangan dan masker yang tidak memilikinya.

“Jadi intinya kita tetap memperhatikan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di saat pelaksanaan pemungutan suara di pilkada nanti,” jelasnya. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya