KPU Majene Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Dengan Menerapkan Prokes

23 November 2020 17:04
KPU Majene Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Dengan Menerapkan Prokes
KPU Majene gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi sirekap di tingkat TPS dalam pilkada serentak tahun 2020 Kabupaten Majene dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, berlangsung di lapangan Betteng Pamboang, Kabupaten Majene, Sulbar. (Ibrahim/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – KPU Majene gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi sirekap di tingkat TPS dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 Kabupaten Majene dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, berlangsung di lapangan Betteng Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (21/11/2020).

Hadir di giat tersebut, Komisioner KPU Sulbar Said Usman, Ketua KPU Majene Muh Arsalin Aras, Komisioner KPU Majene Zulkarnain Hasanuddin, Muh Irjan Jaya dan Munawir Ridwan, Komisioner Bawaslu Majene Muh Dardi dan Indriana Mustafa, Asisten I Kabupaten Majene Nadlah BF, Danramil Pamboang mewakili Dandim 1401 Majene Kapten Inf Burhanuddin, Kapolsek Pamboang mewakili Kapolres Majene Iptu Darwis.

Adapun rangkaian simulasi pemungutan suara, yakni wajib pilih diarahkan untuk datang tepat waktu sesuai waktu yang tertera pada undangan dengan membawa KTP.

Setelah di TPS, wajib pilih menyetor undangan pemilihan kepada petugas TPS kemudian menunggu di tempat yang telah disediakan sambil menunggu panggilan dari petugas TPS untuk melaksanakan pemungutan suara.

Selanjutnya wajib pilih yang telah dipanggil akan memasuki TPS dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan dengan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke TPS, menggunakan sarung tangan plastik yang disediakan penyelenggara dan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermogun.

Kemudian wajib pilih diberikan surat suara oleh petugas TPS, lalu di arahkan ke bilik suara untuk menentukan pilihannya dengan cara mencoblos gambar atau nomor urut pasangan calon (paslon).

Setelah mencoblos, kemudian surat suara dilipat kembali oleh wajib pilih, lalu kemudian di masukkan ke dalam kotak suara yang disediakan di TPS.

Usai lakukan pemungutan suara, jari kelingking wajib pilih kemudian ditetesi tinta pemilihan oleh petugas TPS sebagai tanda bahwa wajib pilih tersebut telah menyalurkan hak suaranya.

Saat keluar dari TPS, wajib pilih kemudian diarahkan untuk mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan penyelenggara dan kemudian diarahkan untuk pulang kerumah masing-masing guna menghindari adanya kerumunan sesuai prokes.

Ketua KPU Majene, Muh Arsalin Aras menekankan kepada seluruh pihak penyelenggara terkhusus petugas di TPS untuk memperhatikan prokes pada saat pelaksanaan pemungutan suara dan tetap mengacu pada PKPU nomor 13.

“KPUD Majene mempertegas aturan-aturan pelaksanaan pemungutan suara melalui simulasi tersebut. Apabila suhu tubuh dari wajib pilih di atas 37.3°, maka akan diarahkan ke bilik khusus yang telah disediakan dibagian sudut TPS,” tegasnya. (Ibra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya