Aliansi Mahasiswa Unnes Gelar Aksi Kamisan Minta SK Skorsing Dicabut

Rektor Unnes Dilaporkan Ke KPK, Dekan Fakultas Hukum Skorsing Mahasiswa

22 November 2020 04:04
Rektor Unnes Dilaporkan Ke KPK, Dekan Fakultas Hukum Skorsing Mahasiswa
Aksi Kamisan dari Aliansi Mahasiswa Unnes dengan tema, 'Unnes darurat demokrasi', berlangsung di simpang 7 Unnes Kota Semarang, Jateng. (Arif Faisal/Trans89.com)
.

SEMARANG, TRANS89.COM – Aksi Kamisan dari Aliansi Mahasiswa Universitas Ngeri Semarang (Unnes) dengan tema, ‘Unnes darurat demokrasi’, dipimpin Cornelis Gea dan Azis berlangsung di simpang 7 Unnes Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (19/11/2020).

Massa aksi mebentangkan poster bertuliskan, reformasi Unnes, save Frans, Unnes kampus Orba, cabut SK Frans.

Pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Unnes (AMU) disampaikan Cornelis Gea, mengatakan pelaporan dugaan korupsi Rektor Unnes ke KPK tertanggal 13 November 2020 yang dilakukan oleh mahasiswa Unnnes atas nama Frans Josua Napitu berujung pada dikeluarkannya surat keputusan (SK) Dekan Fakultas Hukum Unnes nomor 7677/UN37.1.8/HK/2020, tentang pengembalian pembinaan moral karakter Frans Josua Napitu ke orang tua yang pada pokoknya memberikan skorsing.

“SK tersebut mengembalikan pembinaan moral karakter Frans Josua Napitu kepada orang tua serta mencabut hak dan kewajiban yang bersangkutan sebagai mahasiswa selama 6 bulan,” kata Cornelis.

Menurut dia, berdasarkan konsideran menimbang dalam surat keputusan tersebut, Frans Josua Napitu diduga melakukan perbuatan yang melanggar etika mahasiswa, terutama diduga keterlibatannya pada simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Hal tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar serta mengada-ada, karena hanya berangkat dari pertimbangan berupa dugaan saja tanpa disertai dengan fakta dan bukti yang jelas,” tutur Cornelis.

Ia mengemukakan, padahal yang diperjuangkan Frans Josua Napitu selama ini adalah alasan kemanusiaan, yakni penolakannya terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), rasisme, diskriminasi, eksploitasi alam secara serampangan dan kurang diperhatikannya kesejahteraan rakyat Papua oleh negara.

“Sehingga apa yang diperjuangkan Frans Josua Napitu sama sekali tidak berkaitan dengan urusan kemerdekaan rakyat Papua, melainkan menitikberatkan pada urusan kemanusiaan, perlindungan HAM serta kepedulian terhadap lingkungan di Papua,” ujar Cornelis.

Dirinya menjelaskan, Frans Josua Napitu diduga telah melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik Unnes, karena pelaporan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Rektor Unnnes ke KPK, padahal Frans Josua Napitu sebagai mahasiswa merupakan bagian dari insan akademik yang mempunyai hak untuk mengekspresikan pemikiran kritisnya yang dijamin konstitusi.

“Pelaporan dugaan korupsi Rektor Unnes ke KPK merupakan bentuk pemikiran kritis yang dilakukan Frans Josua Napitu melalul proses hukum yang konstitusional, sehingga idealnya pihak Unnes menghormati proses hukum yang tengah berjalan sampai diumumkannya keputusan dari KPK terkait dengan hal yang dilaporkan oleh Frans Josua Napitu,” jelas Cornelis.

Berkaitan dengan hal-hal yang diterangkan diatas, Cornelis mengungkapkan, kami Aliansi Mahasiswa Unnes menyatakan sikap dengan tegas, mengecam sikap anti demokrasi dan tindakan represif yang dilakukan oleh Rektor dan Dekan Fakultas Hukum Unnes karena penerbitan SK nomor 7577 UNS7.1.8IHRI2020, tentang pengembalian pembinaan moral karakter Frans Josua Napitu ke orang tua.

“Kami mendesak Rektor Cq (tembusan) Dekan Fakultas Hukum Unnes untuk segera mencabut SK nomor 7677/UN37.1.8/HRI2020, mendesak KPK untuk menindaklanjuti dan memproses laporan tertanggal 13 November 2020, tentang dugaan korupsi Rektor Unnes,” ungkapnya.

Cornelis juga mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) untuk melakukan evaluasi dan memberikan sanksi tegas kepada Rektor Unnes atas tindakan anti demokrasi serta tindakan represif yang dilakukan.

“Kejadian yang dialami oleh Frans Josua Napitu bukan kali pertama terjadi, melainkan menjadi sebuah kebiasaan dalam menjawab setiap kritikan yang masuk. Dan mengajak seluruh masyarakat, mulai civitas akademika, mahasiswa, buruh, tani, dan rakyat miskin kota, serta elemen lainnya untuk mengawal dan turut serta melakukan solidaritas terhadap kasus ini,” tegas Cornelis. (Arif/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya