Simulasi Pencoblosan Pilkada Pasangkayu Menerapkan Protkes Covid-19

21 November 2020 17:25
Simulasi Pencoblosan Pilkada Pasangkayu Menerapkan Protkes Covid-19
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Mendekati hari H Pilkada serentak 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Pasangkayu menggelar simulasi pencoblosan pemilihan bupati dan wakil bupati.

Simulasi yang dihadiri Ketua KPU Propinsi Sulbar Rustang Rasid, dan ke-lima anggota KPU Pasangkayu Syahran Ahmad, Heriansyah, Harlywood, Syaharuddin, Alamsyah, anggota Bawaslu Pasangkayu Nuliana, personil Koramil 1427-02 Rondomayang dan Polsek Bambalamotu, digelar di TPS 1 Lapangan Bola Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (21/11/2020)

Disela simulasinya, anggota KPU Kordiv SDM dan Hupmas Heriansyah menjelaskan, bahwa masyarakat pada saat datang ke TPS memilih harus mematuhi persyaratan, termasuk mematuhi protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker.

“Jumlah pemilih dalam satu TPS itu maksimal 500 orang. Dalam C Pemberitahuan itu diatur waktu kehadirannya. Jadi didalam TPS TPS nantinya pemilih harus menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat pemilih sebelum masuk ke TPS, pemilih itu diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Setelah itu petugas KPPS memberikan sarung tangan plastik yang satu kali pakai kepada pemilih. Setelah menyalurkan hak pilihnya, sarung tangan tersebut dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan oleh KPPS. Kemudian pemilih diteteskan tinta oleh petugas KPPS, sebagai tanda telah menggunakan hak suaranya, jadi tidak lagi mencelupkan jari ke dalam tinta seperti pencoblosan sebelumnya.

“TPS setelah jadi, kita lakukan penyemprotan disekitar nya secara berkala, baik sebelum dilakukan pencoblosan, saat sedang berlangsung proses pencoblosan dan sesudah perhitungan suara, agar kita semua terhindarkan dari Virus,” sebutnya.

Lebih lanjut Heriansyah, sebelum masuk ke TPS, pemilih akan diukur suhu tubuhnya. Apabila ada terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat Celcius, akan diarahkan ke bilik khusus untuk melakukan pencoblosan.

“Jadi dalam menghindari penyebaran Virus, KPU akan menyiapkan bilik khusus bagi masyarakat pemilih terditeksi suhunya tumbuhnya lebih dari 37,3 derajat celcius,” katanya.

Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad tujuan dari simulasi ini adalah supaya Pilkada 2020 untuk menjaga dua hal yakni keselamatan dan kesehatan.

“Segala upaya dikeluarkan dan dikerjakan untuk menjaga dua hal itu yaitu kesehatan dan keselamatan,” terangnya

Ia berharap, dengan dilakukan simulasi pencoblosan ini agar pada hari pemilihan pun berjalan lancar. Selain itu, KPU juga siap untuk menerima segala bentek catatan pada simulasi ini.

“Mudah-mudahan simulasi ini berjalan lancar, selain simulasi kita akan menerima catatan-catatan hingga sore nanti kita adakan evaluasi,” tutupnya.

Untuk diketahui simulasi pencoblosan di TPS 1 Bambaira ini menggunakan surat suara dengan huruf dari A B dan C dan menggunakan gambar bayangan Paslon. (Ocha/Ndi).

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya