Getol Jatim Kembali Aksi Depan Gedung Grahadi Surabaya Tolak Omnibus Law

12 November 2020 15:37
Getol Jatim Kembali Aksi Depan Gedung Grahadi Surabaya Tolak Omnibus Law
Getol Jatim kembali unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja depan Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya. (Awin D/Trans89.com)
.

SURABAYA, TRANS89.COM – Ratusan massa tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibuslaw (Getol) Jawa Timur (Jatim) dipimpin Wahyu Eka Setiyawan kembali unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja depan Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Selasa (10/11/2020).

Massa aksi Getol Jatim bergerak dari Jalan Basuki Rahmat long march menuju gedung Grahadi dan setibanya menggelar alat peraga aksi, seperti dokumentasi aksi Getol Jatim, buku baca dari Aliansi Literasi Surabaya (ALS), pembubuhan cap lima jari, gelar pasar sayuran tentang hasil bumi, sablon bebas untuk kaos bertuliskan tolak Omnibus Law.

Massa aksi laksanakan mimbar bebas, oras Eka Setiyawan meminta cabut dan batalkan Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Kami meminta batalkan surat edaran Kementerian Tenagkerja (Kemenaker) tentang tidak adanya kenaikan upah tahun 2020, dan stop represifitas aparat dan bebaskan massa aksi yang di kriminalisasi,” pinta Eka.

Ia menyatakan, Getol Jatim menyuarakan penolakan Omnibus Law karena kami menganggap UU yang menyengsarakan rakya, mosi tidak percaya dan rezim oligarki.

“Ayo kawan-kawan kita lakukan pembubuhan jari tangan pada kain putih sebagai bentuk protes dan penolakan atas Omnibus Law,” ujar Eka.

Salah seorang peserta aksi membacakan puisi berjudul, ‘tembok dan rumah’, karya Fajar Merah menceritakan tentang para penguasa yang oligarki dan bentuk perlawanan rakyat.

Kemudian pembacaan puisi berjudul, ‘tanah air tanah surga’, oleh Situmorang, dilanjutkan adegan treatikal dari mahasiswa LMND yang menceritakan ketertindasan rakyat oleh pemerintah.

Dilanjutkan pantomin oleh salah seorang peserta aksi yang menceritakan tentang ketertindasan rakyat.

Eka kembali berorasi mengatakan kami Getol Jatim menyatakan mosi tidak percaya, karena seluruh pasal-pasal semua merugikan kaum buruh.

“Ini UU merugikan rakyat khususnya bagi kaum buruh, dan kami nyatakan mosi tidak percaya terhadap rezim berkuasa,” kata Eka.

Kemudian massa aksi lakukan pembakaran salinan buku kumpulan pasal-pasal Cipta Kerja.

Tidak lama kemudian Walikota Surabaya, Tri Risma Harini tiba di depan gedung Grahadi dengan pasukan kuning membersihkan sampah sekaligus diskusi dengan massa aksi terkait pertanian. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya