Aliansi Malang Melawan Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

12 November 2020 02:48
Aliansi Malang Melawan Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law
Ratusan massa dari buruh dan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Malang Melawan kembali unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan meminta diterbitkannya Perppu dan meminta naikkan UMK Malang Raya tahun 2021, berlangsung depan kantor DPRD Jalan Tugu Kota Malang, Jatim. (Adhitya/Trans89.com)
.

MALANG, TRANS89.COM – Ratusan massa dari buruh dan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Malang Melawan (AMM) kembali unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dan meminta diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) pembatalan UU Cipta Kerja, dan meminta naikkan UMK Malang Raya tahun 2021.

Aksi dipimpin Lintang dan Wahyu Ramadhan berlangsung depan kantor DPRD Jalan Tugu Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (10/11/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, solidaritas perjuangan buruh Indonesia menuntut batalkan UU Cipta Kerja dan terbitkan Perppu. Selamat datang era perbudakan modern, ‘Omnibus Law’ ancaman generasi milenial pembodohan rakyat secara sistematis oleh penguasa jahiliyah. Cabut Omnibus Law, pasal-pasal bobrok dituangkan untuk bungkam kesejahteraan rakyat.

Orasi Lintang menyatakan, dengan berlakunya UU Cipta Kerja, maka terdapat masalah mendasar materi muatan pasal-pasal, yaitu sentralistik rasa orde baru, anti lingkungan hidup, liberalisasi pertanian, abai terhadap hak azasi masnusia (HAM), dan mengabaikan prosedur pembentukan UU.

“Kita rakyat telah terpukul berkali-kali, sudah waktunya menerima dan memunculkan keberanian tanpa kesangksian bahwa ketidakadilan dan ketidakbahagiaan ada dimana-mana. Kita perlu menegaskan mosi tidak percaya terhadap rezim Jokowi-Ma’ruf Amin, DPR beserta kroninya, dan menuntut pencabutan UU Cipta Kerja,” ujar Lintang.

Ia menyerukan pembangunan persatuan jejaring gerakan rakyat akar rumput, dimana ibu pertiwi telah memanggil dan kami mengajak anda semua yang berada disini untuk bersama mengucapkan sumpah rakyat tertindas.

“Kami rakyat tertindas bersumpah, menjunjung tinggi persatuan, persatuan atas nama tegaknya keadilan. Kami rakyat tertindas bersumpah, menyerukan sikap perlawanan, perlawanan terhadap culasnya kekuasaan. Kami rakyat tertindas bersumpah, akan terus berjuang, berjuang demi lenyapnya kesewenang-wenangan,” cetus Lintang.

Pernyataan sikap AMM dibacakan Wahyu Ramadhan, menyampaikan cabut Omnibus Law U Cipta Kerja, tuntutan lain atas maraknya represi terhadap rerakan rakyat dengan mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Kota Malang dan seluruh Indonesia terhadap massa aksi tolak Omnibus Law.

“Kami menuntut kepolisian untuk bertanggung jawab penuh dalam proses pemulihan korban kekerasan oknum aparat terhadap massa aksi secara medis maupun psikis, dan menuntut dibebaskannya seluruh massa aksi yang ditahan diseluruh Indonesia tanpa syarat,” papar Wahyu. (Adhitya/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya