Kunjungan Kerja Tim Kemenkopolhukam Dalam Rangka Pengawasan Penanganan Covid-19 dan Pilkada Majene

11 November 2020 17:38
Kunjungan Kerja Tim Kemenkopolhukam Dalam Rangka Pengawasan Penanganan Covid-19 dan Pilkada Majene
Tim Kemenkopolhukam RI kunjungan kerja dalam rangka pengawasan penanganan Covid-19 dan pengamanan pilkada Kabupaten Majene tahun 2020, berlangsung di ruang pola kantor bupati Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Tim Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI kunjungan kerja dalam rangka pengawasan penanganan Covid-19 dan pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Majene tahun 2020.

Rombongan Tim Kemenkopolhukam RI dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Strategi Pertahanan pada Asdep Doktrin dan Strategi Pertahanan Deputi Bidkoor Hanneg Kolonel Laut (KH) Widy Prasetyo, Analis Polhukam pada Asdep 1-IV Hanneg Domaeld Putra, Analis Peraturan Perundang-undangan Feist Vicky Depari, dan Staf Kedeputian Bidkoor Hanneg Sheila Wulandari berlangsung di ruang pola kantor bupati Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (11/11/2020).

Hadir menyambut Tim Kemenkopohukam RI, Penjabatsementara (Pjs) Bupati Majene M Natsir, Ketua DPRD Majene Salmawati DJamado, mewakili Dandim 1401 Majene Kapten Inf Wardi, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, Kajari Majene Nur Surya, Penjabat (Pj) Sekda Majene Masriadi Nadi Atjo, Ketua KPU Majene Muh Arsalin Aras, Komisioner Bawaslu Majene Indrianah Mustafa.

Sambutan Pjs Bupati Majene, M Natsir ucapkan selamat datang di Kabupaten Majene, tanah Assamalewuang, dan kami sampaikan Kabupaten Majene dengan luas wilayah 947,84 km² dan berpenduduk sebanyak 169.072 jiwa.

“Secara geografis, Kabupaten Majene terletak pada 2°38′-3°38′ Lintang Selatan dan 118°45′-119°4′ Bujur Timur. Kabupaten Majene berada di pesisir barat pulau Sulawesi yang berjarak sekitar 143 Km dari ibukota provinsi Sulbar, Mamuju dan sejauh 378 Km berkendara dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel),” ucap Nasir.

Ia menyebutkan, Kabupaten Majene terdiri dari 8 kecamatan, 20 kelurahan, dan 62 Desa, dengan jumlah penduduknya mencapai 166.505 jiwa dengan luas wilayah 947,84 km² dan sebaran penduduk 175 jiwa/km².

“Kabupaten Majene juga didukung dengan keberadaan sarana perdagangan berupa pasar permanen dan pasar darurat. Sebagian perekonomian Majene berasal dari sektor perikanan dikarenakan letaknya berada di pesisir selat Makassar,” sebut Nasir.

Sambutan Kabid Strategi Pertahanan pada Asdep Doktrin dan Strategi Pertahanan Deputi Bidkoor Hanneg Kolonel Laut (KH) Widy Prasetyo, mengatakan tujuan utama membahas masalah penanganan Covid-19 dan pilkada, juga membahas secara umum situasi pilkada di Kabupaten Majene.

“Saat ini sebagai wakil Ketua Satgas Nasional terkait dengan perkembangan terutama setelah diberlakukannya new normal karena dengan sendiri ada sesuatu yang menjadikan perkembangan covid 19,” kata Widy.

Oleh karena itu, kata Widy, seluruh KPU dan Bawaslu serta Forkopimda Majene, agar menjaga pilkada ini agar selesai dengan baik, tanpa muncul klaster baru covid dari tahapan-tahapan yang masih akan kita hadapi hingga tanggal 9 Desember mendatang.

“Menghimbau agar para pimpinan daerah secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi untuk membantu penyelenggara pemilu dalam menerapkan protokol kesehatan selama tahapan pilkada,” katanya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Majene, Sirajuddin, menyatakan perkembangan sebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majene per 8 November 2020, proses perawatan atau penanganan, sembuh 78, positif 100, isolasi mandiri 9 orang di RSUD 2 orang dan LPMP 12 orang, 23 orang dalam proses perawatan.

“Total anggaran refocusing dari DAU dan DAK untuk penanganan Covid di Kabupaten Majene Rp31.458.569.688 dengan realisasi Rp26.317.480.704, bidang sosial Rp12.785.894.688 realisasi Rp10.733.054.009, bidang ekonomi Rp1.536.240.000 realisasi Rp616.226.695, bidang kesehatan Rp17.136.435.000 realisasi Rp14.968.200.000,” ujar Sirajuddin.

Ketua KPU Majene, Muh Arsalin Aras, menyampaikan pengadaan logistik kami itu terpusat dipusat semua, kalau kami sarankan karena sebelumnya pada pilkada tahun 2015 logistiknya dicetak di Sulsel dan penyelenggaraan pilkada pada saat itu aman tanpa ada kendala.

“Sampai saat ini semua anggaran sudah sesuai dengan jadwal berkat kerjasama dengan instansi terkait,” paparnya.

Komisioner Bawaslu Majene, Indrianah Mustafa, menjelaskan setiap tahapan pilkada yang ada di Kabupaten Majene sudah sesuai dengan tahapan yang sudah ada, dan kami selalu komunikasi serta bekerjasama dengan KPU Majene.

“Selama ini kami sudah mengawasi 216 kampanye tatap muka di dua pasangan calon (paslon), dan kami sudah mendapatkan dua melakukan pelanggaran administrasi yang mana tidak mempunyai surat SPPT dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Lanjut Indrianah, kendala yang sering kami hadapi dilapangan sampai saat ini bahwa masih banyaknya masyarakat mengangap bahwa Covid-19 itu tidak ada.

“Sampai saat ini kami sudah mendapatkan adanya 5 temuan aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan pelanggaran tentang netralitas dan semuanya itu melakukan pelanggaran di media sosial (medsos),” tambahnya.

Selanjutnya rombongan berangkat dari Dapur Mandar menuju ke Kampung Tangguh Polres di Kecamatan Pamboang dan program ketahanan pangan di Tubo Sendana, selanjutnya Tim Tim Kemenkopolhukam RI Kembali ke Mamuju. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya