Gerakan Rakyat Makassar Unjuk Rasa di Polda Sulsel, Ini Tuntutannya

09 November 2020 00:47
Gerakan Rakyat Makassar Unjuk Rasa di Polda Sulsel, Ini Tuntutannya
Gerakan Rakyat Makassar aksi damai menyikapi tahanan yang masih belum dibebaskan saat aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, berlangsung depan kantor Polda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. (Andri S/Trans89.com)
.

MAKASSAR, TRANS89.COM – Gerakan Rakyat Makassar (GRM) dipimpin Alamsyah aksi damai menyikapi tahanan yang masih belum dibebaskan saat aksi penolakan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja, berlangsung depan kantor Polda Sulawesi selatan (Sulsel) Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Jumat (6/11/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, Gerakan Rakyat Makassar, cabut omnibus Law, bebaskan seluruh tahanan poltik dan hentikan represifitas aparat. Hentikan kriminalitasi dan pembungkaman demokrasi terhadap gerakan rakyat, tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, sahkan RUU PKS, PPRT dan Masyarakat Adat.

Tuntutan aksi, Alamsyah mengatakan, hentikan kriminalitasi dan pembungkaman demokrasi terhadap gerakan rakyat, dan kami menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) PKS, PPRT dan Masyarakat Adat, tolak Omnibus Ka ,karena akan menghapus sanksi pidana terhadap pengusaha,” kata Alamsyah.

Ia mengemukakan, UU Cipta Kerja dari rakyat untuk DPR, korupsi 1 rupiah gantung di Monas, dan adili pelanggaran HAM masa lalu.

“Kami meminta berikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa papua, revisi RZWP3K, tolak Omnibus Law karena akan merusak lingkungan dan alam, serta wujudkan pendidikan gratis,” ujar Alamsyah. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya