FRI Kalsel Kembali Aksi Tolak Omnibus Law, Korlap Diamankan Pihak Keamanan

06 November 2020 16:56
FRI Kalsel Kembali Aksi Tolak Omnibus Law, Korlap Diamankan Pihak Keamanan
FRI Kalselkembali unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berlangsung depan kantor DPRD Provinsi Kalsel Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin. (Ari bagas Yusuf/Trans89.com)
.

BANJARMASIN, TRANS89.COM – Mahasiswa yang tergabung di Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan selaku koordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Iqbal Hambali kembali unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja berlangsung depan kantor DPRD Provinsi Kalsel Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Kamis (5/11/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, save Maratus #endcoal (batubara akhir), kembalikan hak rakyat, pasar Pian Bungas, wanilah lawan Omnibus Law, Omnibus Law sah bikin gelisah, presiden pertahankan Omnibus Law, tolak Omnibus Lawm gubernur selamatkan Meratus, stop tambang batu bara dan sawit, zakat aja 2.5% masa tambang 0%.

Orasi Iqbal Hambali mengatakan, kami melakukan perbaikan keadaan Indonesia yang saat ini tidak mendengarkan suara rakyat.

“Kami disini hanya ingin menyampaikan apa keluhan masyarakat saat ini tentang Omnibus Law. Kami meminta maaf kepada masyarakat karena kami harus turun lagi kejalan karena suara kita tidak pernah didengar,” katanya.

Orasi Ahdiyat Zairullah mengemukakan, sekali lagi kita berduka karena DPR kita tidak pernah mendengar suara rakyat, dimana dalam aksi ini tuntutan kita meminta kepada pemerintahan provinsi (Pemprov) Kalsel untuk menyikapi yang mana saat ini Omnibus Law sudah ditandatangani.

“Kita meminta kepada gubernur untuk juga menolak tentang Omnibus Law, kita disini melaksanakan sidang rakyat,” ujar Ahdiyat.

Kembali Iqbal Hambali berorasi, kita meminta kepada Ketua DPRD Provinsi Kalsel berhadir di tengah-tengah kita karena kita sudah menyurati, karena DPRD Provonsi dipilih dari rakyat dan jadipun mereka harusnya menjadi perwakilan rakyat yang mana saat ini suara rakyat tidak didengar.

“Kalau permintaan kami tidak dituruti, maka kita akan maju mendatangi DPRD, karena kita perlunya DPRD, kami tidak ada kepentingan dengan kepolisian. Kenapa kita mau masuk tidak diperbolehkan, sedangkan kami perlunya Ketua DPRD Provinsi Kalsel,” ujar Iqbal.

Terjadi aksi dorong antar massa aksi dengan aparat keamanan karena massa memaksa masuk ke Kantor DPRD Provinsi Kalsel, dan selanjutnya dilaksanakan negosiasi antara pihak keamanan dengan massa aksi.

Tak lama kemudian, kembali terjadi aksi dorong antara pihak keamanan dengan massa aksi, dan terjadi provokasi terhadap personil pengamanan yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal Hambali dengan melakukan perlawanan, sehingga Iqbal diamankan oleh Provos Polresta Banjarmasin untuk dibawa ke Mapolesta Banjarmasin.

Situasi depan Kantor DPRD Kalsel kembali kondusif, sementara massa aksi meninggalkan kantor DPRD Kalsel menuju titik kumpul di Taman Kamboja untuk melakukan konsolidasi karena korlap aksi Iqbal diamankan pihak kepolisian.

Tak lama kemudian, massa aksi meninggalkan Taman Kamboja menuju ke Mapolda Kalsel dengan cara longmarch.

Massa ditemui Dir Intel Polda Kalsel, Kombes Hajat Mabrur Bujangga dengan berikan arahan kepada massa aksi, menyatakan bahwa massa aksi tidak memiliki izin melaksanakan demonstrasi ke depan Mapolda Kalsel.

“Kalian ingat dengan kata-kata kepada DPRD dan kalian sekarang juga balik ke Polda karena kalian disini bukan tempat orasi,” ujar Hajat.

Ia menjelaskan, bagi kawan kalian yang kita tahan pasti aman dan percayakan ke kami keamanannya.

“Dan bagi anggota saya yang memukul mahasiswa akan kita proses secara hukum Polri. Izin kalian hanya di DPRD Provinsi Kalsel dan tidak di Mapolda Kalsel,” jelas Hajat.

Lanjut Hajat, teman kalian yang saat ini bukan ditahan, akan tetapi teman kalian kita amankan sementara.

“Saudara Iqbal Hambali adalah Korlap kalian, dan kita amankan karena kami melihat akan memicu terjadinya hal yang tak diinginkan. Kita disini akan memgawal kalian dengan baik, kami berharap aksi demonstrasi dilaksanakan dengan damai,” terang Hajat. (Ari/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya