Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad dan Doa Dzikir di Masjid An Nur Wonogiri

04 November 2020 17:04
Tabligh Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad dan Doa Dzikir di Masjid An Nur Wonogiri
Tabligh akbar peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa dzikir bersama hadapi pandemi Covid-19 bersama KH Duri Asyari dari Semarang, berlangsung di Masjid An Nur, Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jateng. (Yogi Yanto/Trans89.com)
.

WONOGIRI, TRANS89.COM – Tabligh akbar peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa dzikir bersama hadapi pandemi Covid-19 bersama KH Duri Asyari dari Semarang, berlangsung di Masjid An Nur, Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (3/11/2020) malam.

Sambutan panitia, Ustadz Kholid Mawardi, mengatakan kami dari panitia ucapkan selamat datang di Masjid An Nur dalam rangka tabligh akbar peringati Maulid Nabi ini untuk berdoa bersama agar pandemi Covid ini segera berlalu.

“Kami dari Takmir masjid An Nur bekerjasama dengan Forsimasda Tirtomoyo, Majelis rutin Akad, tidak ketinggalan Ustadz Agus Zakaria dan masyarakat Tirtomoyo yang sudah mendukung kegiatan ini,” kata Kholid.

Menurut dia, kami dari panitia sudah berkoordinasi dengan aparatur dan kita juga sudah menyediakan serta menerapkan protokol kesehatan mulai cuci tangan, pemberian masker dan sudah di cek suhu terlebih dahulu.

“Insyah Allah semuanya sehat, karena kita disini niat kita baik untuk berdoa untuk kebaikan kita semua. Mari kita perbanyak doa dan shalawat Nabi, apabila berdoa lebih dari 40 orang Insyah Allah ada Malaikat yang mengamini dan akan dikabulkan Allah SWT,” tutur Kholid.

Tausiyah KH Duri Asyari menyampaikan, pengajian itu mendengarkan kitab suci dan dawuhnya Kanjeng Nabi agar bisa mendapatkan syafaat Nabi karena mencintai kitab suci.
“Qs Al Khafi, Qs Ibrohim dan Qs Yasin, disana sudah dijelaskan manfaatnya agar kita bisa belajar kehidupan,” papar KH Duri.

Dirinya tidak akan membicarakan riwayat tetapi bicara manfaat Maulid Nabi, jadi setiap berbicara agama harus berbicara Nabi, karena itu syariat, tetapi kalau berbicara dalam kegiatan sosial kita juga harus menyesuaikan karena itu bicara masalah kemasyarakatan.

“Kalau berbicara agama harus paham dengan ajaran dan ibadah dan harus mengenal Nabi-nya, kalau berbicara dimasyarakat, kita juga harus memahami dan mengenal pejabatnya dari RT, Desa, Kecamatan sampai keatas,” ujar KH Duri.

Ia menjelaskan, berbicara mujizat Al Qur’an, yaitu semua yang dijalankan oleh Nabi Muhammad, agar kita bisa mengikutinya, sehingga bisa selamat di dunia akhirat.

“Alat pembersih dosa yakni shalat, istiqfar dan shalawatan. Pembersih dosa tahunan ouasa ramadhan, umroh dan haji,” jelas KH Duri.

Menurut dia, agar kita dinaikan derajatnya dengan memperbanyak ibadah, bershalawat Nabi, shalawat kita juga untuk mengingat Nabi Muhammad agar mendapat syafaat.

“Shalawat syariat yaitu dibaca dalam shalat wajib sehari dibaca 9 kali. Bershalawat, Allah Humma Shalli Ala Sayidina Muhammad akan membuahkan syafaat Nabi Muhammad, saat shalawat juga menyebut Nabi Ibrahim agar tidak gampang dibakar,” tutur KH Duri.

Lanjut KH Duri, seperti pepatah, kerja dahulu sesudah itu baru dibayar, maka mari kita memperbanyak ibadah di alam dunia ini, maka Allah akan menaikan derajat kita dan membalasnya pahala di akhirat nantinya.

“Melakukan S 5, yang pertamanya adalah syahadat, kedua shalat, ketiga syiam bulan ramadhan, keempat sedekah dan kelima sabar. Marilah kita selalu melaksanakan ibadah serta jangan lupa shalawat maupun shalawat syariat,” taambahny. (Yogi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya