KAMMI dan IMM di Kota Ternate Serukan Boikot Produk Prancis

02 November 2020 00:14
KAMMI dan IMM di Kota Ternate Serukan Boikot Produk Prancis
Mahasiswa dari KAMMI dan IMM unjuk rasa atas tindakan menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, berlangsung depan Mesjid Al-Munawwar, Kota Ternate, Malut. (Aripin/Trans89.com)
.

TERNATE, TRANS89.COM – Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dipimpin Faisal Tulado unjuk rasa atas tindakan menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, berlangsung depan Mesjid Al-Munawwar, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Minggu (1/10/2020).

Mass aksi membawa spanduk dan pamflet bertuliskan, agama bukan lelucon, mengutuk keras penghina simbol-simbol agama, Presiden Prancis harus meminta maaf kepada umat Islam atas penghinaanya terhadap umat Islam, Pak Jokowi segera boikot produk Prancis, stop menghina agama Islam, #janganpancingamarahkami.

Orasi Faisal tulado mengatakan, lLagi-lagi kami dari KAMMI dan IMM turun kejalan, mohon maaf kepada bapak dan ibu pengguna jalan, akan tetapi kami turun di jalan pagi ini karena ada keresahan hati yang ingin kami ungkapkan.

“Pidato yang disampaikan oleh Presiden Prancis sudah menyinggung seluruh umat Muslim yang ada di dunia karena telah menghina Nabi Muhammad SAW,” kata Faisal.

Menurut dia, Presiden Emmanuel Macron sudah menyampaikan bahwa agama Islam telah mengalami krisis kemanusiaan maupun krisis keadilan, karena telah melakukan tindakan kekerasan dengan cara aksi teroris.

“Selama ini kita sebagai umat Islam tidak pernah mengganggu agama-agama lain. Aksi turun ke jalan ini tidak untuk kepentingan pribadi atau golongan maupun kepentingan poltik. Kami turun ke jalan ini untuk Islam dan kami cinta kedamaian,” tutur Faisal.

Ia mengemukakan, manusia yang kita jadikan suri tauladan oleh umat Islam ternyata dihina oleh Presiden Prancis, hal ini jangan kita biarkan, untuk itu ayo kita sama-sama mamboikot produk-produk Prancis.

“Negara-negara Islam sudah mengecam pidato yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Untuk itu, Indonesia juga harus melakukan langkah mengecam tindakan pendapat yang disampaikan Presiden Prancis itu dengan memboikot produk Prancis,” ujar Faisal.

Dirinya menjelaskan, kami lihat pemerintah Indonesia belum melakukan langkah tegas sebagai bukti ketidaksetujuan negara Indonesia terhadap pidato tersebut (Presiden Pranscis).

“Pidato yang disampaikan oleh Presiden Prancis terkait aksi radikalisme berasal dari agama Islam adalah salah, karena agama Islam merupakan agama yang mencintai kedamaian,” jelas Faisal.

Lanjut Faisal, tindakan memboikot produk-produk Prancis ini merupakan bentuk kecintaan kita terdapat agama Allah SWT, yaitu Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Kami meminta kepada masyarakat Kota Ternate maupun Maluku Utara untuk bersama-sama memboikot seluruh produk Prancis yang ada di mall maupun toko-toko yang ada di Kota Ternate maupun Maluku Utara,” sambung Faisal.

Faisal menyebutkan, kami menuntut agar Presiden Prancis harus meminta maaf kepada umat Islam atas penghinaanya terhadap umat Islam, dan meminta masyarakat Maluku Utara dan terkhusus Kota Ternate untuk memboikot produk Prancis yang dikonsumsi selama ini.

“Kami juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara dan Kota Ternate untuk menyerukan pemboikotan produk Prancis. Menghimbau pemerintah Prancis untuk menghormati keyakinan ummat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW, dan menghimbau pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dengan menarik Dubes Indonesia dari Prancis,” sebutnya. (Aripin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya