Mahasiswa Lumajang Bergerak Gelar Aksi Panggung Perlawanan Rakyat Tolak Omnibus Law

01 November 2020 00:24
Mahasiswa Lumajang Bergerak Gelar Aksi Panggung Perlawanan Rakyat Tolak Omnibus Law
Aksi panggung perlawanan rakyat diselenggarakan Lumajang Bergerak dalam rangka mosi tidak percaya dan jegal sampai gagal serta tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, berlangsung di Cafe Pring Pitu Jalan Demokrasi Kabupaten Lumajang, Jatim. (Adi Nugroho/Trans89.com)
.

LUMAJANG, TRANS89.COM – Aksi panggung perlawanan rakyat diselenggarakan Lumajang Bergerak dalam rangka mosi tidak percaya dan jegal sampai gagal serta tolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dipimpin M Rizky Rama Duta, berlangsung di Cafe Pring Pitu Jalan Demokrasi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (30/10/2020) malam.

Hadir dari organisasi mahasiswa, seperti HMI, PMII, GMNI, IMM, BEM STIE Widya Gama, BEM Unilu, BEM STKIP PGRI, BEM STAIBU, BEM AKN, BEM IAIS Syarifudin, Lumajang Progresif, Perpustakaan Jalanan dan Lumajang Eksotik.

M Risky Rama Duta mengatakan, agenda kita hari ini adalah panggung perlawanan rakyat yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Lumajang dengan tuntutan tolak Omnibus Law.

“Kegiatan ini didukung oleh berbagai kelompok organisasi di Kabupaten Lumajang dengan bendera berbeda-beda tapi satu misi dan satu tujuan,” kata Rsiky.

Menurut dia, sampai saat ini UU Omnibuslaw masih berjalan, hal ini bukti bahwa DPR RI masih tidak mendengar apa yang jadi aspirasi kita, dan hari ini kita berjuang untuk anak cucu kita.

“Kita dari berbagai organsasi sudah dimintai masukan untuk membahas UU Omnibusa Law, akan tetapi masukan dari para pimpinan organisasi kita tidak ada yang didengar oleh pemerintah. Aksi kita hari ini menyampaiakan mosi tidak percaya kepada DPR RI,” tutur Risky.

Ia mengemukakan, prosesi upacara kematian sebagai bentuk kritik bahwa matinya demokrasi dan sosial yang ditujukan kepada DPR RI dan pemerintah.

“Kita akan lakukan penadatanganan mosi tidak percaya oleh gabungan elemen mahasiswa di Kabupaten Lumajang,” ujar Risky.

Pembacaan puisi dengan judul ‘Penindasan’ oleh sastrawan Lumajang, Kartini Ayu sebagai kritik kepada DPR RI, persembahan lagu dengan judul ‘Menolak Lupa’ dan ‘Bongkar’ serta pembacaan sajak kritikan kepada DPR RI dan pemerintah oleh M Risky Rama Duta dengan diiringi musik akustik.

Penampilan lagu dan pembacaan sajak kritikan terkait Omnibus Law dari Grup Musik Akustik Pohon Beringin Lumajang. Tari Remo dan drama teatrikal tentang ‘Kebebasan’ untuk mengkritik Omnibus Law oleh perwakilan dari PC PMII Kabupaten Lumajang.

Lagu ‘Hukum Rimba’ dengan diiringi musik akustik oleh perwakilan HMI Lumajang, pembacaan puisi dan sajak tentang kritikan terhadap DPR RI terkait Omnibus Law oleh perwakilan BEM Widya Gama Lumajang.

Penampilan drama teatrikal yang berjudul ‘demokrasi yang diperkosa’ oleh perwakilan PC PMII Lumajang. Penampilan musik akustik dengan judul lagu ‘Buruh Tani’ dan puisi berjudul ‘Peringatan karya Wiji Thukul oleh perwakilan IMM Lumajang. Dan menyanyikan lagu ‘Buruh Tani’ serta pengucapan sumpah mahasiswa secara bersama-sama. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya