Peringati Sumpah Pemuda, Fraksi Pasangkayu Gelar Dialog Kepemudaan

31 October 2020 02:13
Peringati Sumpah Pemuda, Fraksi Pasangkayu Gelar Dialog Kepemudaan
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Fraksi Pasangkayu gelar dialog kepemudaan dalam rangka dengan tema, 'peran pemuda dalam merajut Kebhinekaan', berlangsung di Cafe Djapos Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Sarwo Kartika Roni/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Forum Demokrasi Indonesia (Fraksi) Pasangkayu gelar dialog kepemudaan dalam rangka dengan tema, ‘peran pemuda dalam merajut Kebhinekaan’, berlangsung di Cafe Djapos Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (30/10/2020) malam.

Hadir sebagai narasumber, Kasat Binmas Polres Pasangkayu AKP Sukaryono, Sekretaris KNPI Pasangkayu Mulyadi Kudji, Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad, Ketua KPU Bawaslu Pasangkayu Ardi Trisandi, dan Ketua HMI Pasangkayu Muh Rabbi.

Acara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Sumpah Pemuda, kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sambutan Ketua Fraksi Pasangkayu, Burhanuddin, mengatakan kata yang pantas kita ucapkan selain kata rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan secara lahir dan batin, sehingga pada malam hari ini kita masih dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat dan walfiat, shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

“Sebagai pemuda juga harus mampu meredam pertikaian dan memancarkan cahaya kedamaian di balik perbedaan, sehingga kita ke depan juga dapat merasakan bagaimana nikmatnya kedamaian darai kalangan pemuda Pasangkayu,” kata Burhan.

Menurut dia, dialog kepemudaan ini bisa terlaksana telah bersepakat mengangkat satu tema dengan peran pemuda dalam kebhinekaan, kegiatan pada malam hari ini sebagai bentuk semangat pemuda bagaimana kemudian menyambut hari sumpah pemuda 28 Oktober yang kita nanti-nantikan.

“Hari ini kita mampu melaksanakan kegiatan kepemudaan, dengan peran pemuda dalam merajut kebhinekaan bukan hanya semata-mata untuk menyambut sebuah momentum seperti sumpah pemuda, namun mengajak kepada seluruh pemuda Pasangkayu untuk menjaga perbedaan, sehingga dalam slogan dalam lambang Garuda Republik Indonesia telah tercantum kata Bineka Tunggal Ika kita implementasikan,” tutur Burhan.

Kita memang harus berbeda, kata Burhan, sehingga perbedaan itu bukan menjadi sebuah batasan kita sebagai pemuda, namun bagaimana kemudian perbedaan itu menyambut momentum ke depan bahwa semangat pemuda yang begitu memiliki kualitas dan integritas yang luar biasa.

“Mari kita jangan kita larut dalam sebuah momentum selain daripada kita utamakan sehingga ke depan bagaimana pemuda Pasangkayu bisa bersinergi dalam melakukan diskusi- diskusi untuk memberikan ide-ide untuk bagaimana pembangunan Republik Indonesia khususnya Kabupaten Pasangkayu,” katanya.

Sekretaris KNPI Pasangkayu, Mulyadi menjelaskan, bagaimana tanggapan disampaikan dalam politik (pilkada) 5 tahun yang akan datang, karena kita akan punya pemimpin baru dan bersama-sama kita mengawal pemerintahannya.

“Ada tiga fungsi pemuda yang harus kita pahami bersama yaitu adalah puisi analisa, kedua adalah sebagai agen objek sebagai agen perubahan sosial, peran pemuda sangat dibutuhkan di sini kita peduli dengan apa yang harus kita lakukan,” jelas Mulyadi

Ia menyebutkan, apabila pemuda berada ditengah-tengah masyarakat dan terjadi kesenjangan, maka kita harus berjuang agar tidak terjadi kesenjangan itu.

“Kegagalan itu suatu ilmiah, beragam ancaman dari nilai-nilai keberagaman adanya kemajemukan dan kondisi geografis serta sumber daya manusia, makanya kita harapkan menjaga Kabupaten Pasangkayu 5 tahun kedepan yang akan datang oleh para pemuda,” sebut Mulyadi.

Ketua Bawaslu Pasangkayu, Ardi Trisandi menyatakan pemuda-pemuda dalam merajut kebhinekaan adalah sebuah tugas kita semua, mengingat salah seorang pendiri bangsa yakni Tan Malaka menyebutkan bahwa pendidikan bukan untuk membentuk seseorang, tetapi bagaimana mengasah kepekaan seseorang terhadap kondisi lingkungannya.

“Saya yakin hari ini, kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh teman-teman adalah bagian dari kepekaan terhadap kondisi yang ada saat ini,” ujar Ardi.

Menurutnya, apa yang kita hadapi ini adalah bagian dari bagaimana kita menyatukan atas keragaman yang kita miliki, baik itu dari etnis, ras dan itu bisa kita satukan karena dari dulu sebelum Indonesia merdeka tidak pernah terlepas dari keberagaman yang ada di sepanjang sejarah.

“Peran pemuda apalagi di era digital hari ini tentu lebih menguasai sistem internet sistem digital, kemampuan itu harus dimanfaatkan, karena kadang-kadang melalui media itu ada potensi yang bisa memecah persatuan keragaman, kita itu menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk memecah kekuatan kepemudaan,” tutur Ardi.

Dirinya menyatakan, sebagian pemuda dan menjauh dari kondisi politik, padahal sesungguhnya inilah yang harus kita pertahankan, bagaimana kita bisa mampu menjalankan demokrasi yang baik.

“Saya sering terlibat secara aktif dalam pemilu, tetapi harus tetap berada pada posisi kita sebagai agen perubahan, kita harus menjalankan fungsi sebagai pemuda dalam sistem demokrasi,” ujar Ardi.

Sementara Ketua HMI Pasangkayu, Muh Rabbi menyampaikan bagaiman pemuda saat ini memnafaatkan era digital yang dicanangkan pemerintah.

“Mari kita berkreasi di era digital seperti saat ini, salah satu yang dicanangkan pemerintah melalui 4.0 atau era industri, serta mempersiapkan diri menyambut revolusi industri selanjutnya,” paparnya.

Ketua KPU Pasangkayu, Syahran Ahmad mengatakan, yang dikatakan pemuda adalah pemuda yang bisa memberikan perubahan yang bersifat positif.

“Saya berharap, generasi yang ada saat ini bukan termasuk generasi menunduk, tapi generasi yang bisa menatap masa depan dan memberikan perubahan-perubahan serta bisa memberikan gagasan-gagasan besar untuk perubahan yang lebih baik,” katanya.

Selanjutnya Kasat Binmas Polres Pasangkayu AKP Sukariyono, menyebutkan kami dari Polres Pasangkayu bersyukur dan bangga kepara pemuda yang ada di Pasangkayu ini, karena sudah melakukan kegiatan yang bersifat positif.

“Berbeda pilihan, beda pendapat, itu hal lumrah, namun tetap satu tujuan untuk pembangunan daerah kita Kabupaten Pasangkayu,” pesan Sukariyono. (Sarwo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya